400 Lansia Ikuti Misa Lansia Bernuansa Jawa di Margo Lestari

ALTUMNEWS.com, MARGO LESTARI – Sebanyak 400 lansia dari berbagai stasi di Paroki Margo Agung mengikuti Misa Lansia.

Pada kesempatan tersebut, mereka mengikuti perayaan di Gereja Santa Maria Margo Lestari, Jati Agung, Lampung Selatan, Minggu (10/2/2019).

Misa Lansia Hadirkan Nuansa Jawa

Kali ini, perayaan Misa Lansia tampil berbeda. Sebab, panitia menghadirkan nuansa adat Jawa dalam berbagai bagian acara.

Pertama, panitia menggunakan bahasa Jawa dalam perayaan. Selain itu, mereka menghadirkan musik gamelan.

Tidak hanya itu, para petugas juga mengenakan pakaian adat Jawa. Sementara itu, Orang Muda Katolik (OMK) stasi setempat menjalankan hampir seluruh tugas.

Kemudian, Pastor Kepala Paroki Margo Agung, RD YB Widarman, memimpin Misa Lansia. Dalam perayaan tersebut, ia didampingi Romo Konselebran RD Bambang CS, RP Amb Dhani Indrata SCJ, dan RD Fx Dista Kristanto.

Romo Dhani Ajak Lansia Bersyukur

Selanjutnya, Romo Amb Dhani Indrata SCJ menyampaikan pesan dalam homilinya. Menurutnya, seluruh lansia perlu mensyukuri rahmat kehidupan dari Tuhan.

“Meski raga sudah lemah dan kulit wajah sudah keriput, kita tetap dapat menjadi contoh bagi orang muda. Selain itu, kita dapat membangkitkan nilai-nilai suci dan rohani,” tandas Romo Dhani.

Karena itu, ia mengajak semua generasi menjaga kebersamaan. Menurut Romo Dhani, rasa syukur membantu lansia menjalani kehidupan dengan sukacita.

“Mari kita semua, dari yang masih muda hingga tua, saling menjunjung kebersamaan dan rasa syukur. Dengan begitu, kita selalu senang walaupun sudah lansia,” lanjutnya.

Misa Angkat Tema Ketakjuban kepada Tuhan

Sementara itu, Misa Lansia di Gereja Santa Maria Margo Lestari berlangsung dengan nuansa Jawa.

Dalam perayaan kali ini, panitia mengangkat tema “Ketakjuban pada Apa yang Telah Tuhan Kerjakan. Yang Mahakuasa Telah Melakukan Perbuatan-Perbuatan Besar Kepadaku…” dari Lukas 1:49.

Selain mengikuti Misa, para lansia juga menerima Sakramen Minyak Suci. Dengan demikian, mereka mengikuti rangkaian kegiatan rohani secara lengkap.

Lansia Ikuti Pengobatan Gratis

Setelah Misa selesai, panitia menggelar ramah tamah. Kemudian, para lansia mengikuti kegiatan bakti sosial.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan layanan pengobatan gratis. Layanan itu menyasar lansia dan warga setempat.

Secara keseluruhan, sebanyak 100 orang mengikuti layanan kesehatan tersebut.

Untuk mendukung kegiatan itu, panitia bekerja sama dengan RSIA Santa Anna dan Klinik Sumber Sinyon.

Pertunjukan Jawa Meriahkan Acara

Selain kegiatan rohani dan sosial, panitia menghadirkan berbagai pertunjukan bernuansa Jawa.

Pada saat yang sama, anak-anak sekolah minggu setempat ikut mengisi acara. Selanjutnya, panitia membagikan bingkisan kepada lansia dan anak-anak.

Dengan adanya rangkaian tersebut, suasana acara semakin meriah. Pada akhirnya, Misa Lansia tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi umat.***