Ribuan Pelajar SD-SMA di Pesawaran Bersemangat Ikuti Program Tagana Masuk Sekolah

0
436
Pelatih Nasional bidang kebencanaan, Sandro.S saat memandu peserta TMS di Lapangan Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Selasa, 26 Maret 2019.

ALTUMNEWS.com, PESAWARAN — Dinas Sosial Provinsi Lampung serius mewujudkan terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi  kemungkinan terjadinya bencana alam.

Cara yang ditempuh dengan merealisasikan Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo di Pandeglang, Banten, 18 Februari lalu.

Para pelajar SMPN 2 Pesawaran saat mendengarkan pemaparan materi “Mitigasi Bencana” dari Tagana dan Andu-Abdimasgana Kwarda Pramuka Lampung.

Lokasi pertama yang menjadi sasaran Program TMS Dinas Sosial Provinsi Lampung adalah di wilayah Pesawaran, tepatnya di Lapangan Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan.

Ribuan pelajar dari SDN 1 Teluk Pandan, SMPN 2 Pesawaran dan SMAN 1 Padang Cermin mengikuti Program TMS. Dalam penyelenggaraan program yang dilaksanakan pada Selasa, 26 Maret 2019 ini, Dinas Sosial mengerahkan Tagana berkolaborasi dengan “Sahabat Tagana” yakni Andalan Daerah Urusan Pengabdian Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Andu-Abdimasgana) Kwarda Pramuka Lampung, Vertical Rescue Lampung dan Puskesmas Teluk Pandan.

Materi penyelamatan korban bencana oleh Vertical Rescue Lampung.

“Sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, maka kami realisasikan ini di Pesawaran. Tidak ada yang tahu kapan bencana datang, namun dengan pengetahuan mitigasi bencana diharapkan dapat membangun masyarakat khususnya para pelajar tanggap bencana,” tutur Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, Selasa, 26 Maret 2019.

Dijelaskan lebih lanjut target dari  program ini ialah agar peserta mempunyai pengetahuan tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan risiko bencana.

Sekitar 50-an anggota Tagana Lampung turut serta dalam simulasi bencana.

“Tidak muluk-muluk, setidaknya peserta dapat memperoleh pengetahuan pengurangan risiko bencana pada tingkatan yang paling sederhana saja, sehingga mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan melakukan evakuasi sederhana bila terjadi bencana,” kata Kadisos Lampung.

Ditegaskan Sumarju, masyarakat adalah bagian penting dalam upaya penanggulangan bencana.

Pelajar SDN 1 Teluk Pandan serius saat mengikuti simulasi gempa.

“Pelajar ini juga bagian dari masyarakat yang merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana. Keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat. Jadi nanti kami akan lakukan di beberapa sekolah di Lampung,” kata Panglima Tagana Lampung.

BACA JUGA:  “Kemunculan” Penyu-Penyu, Pesona Baru di Pulau Sebesi Lampung
Ratusan pelajar SMAN 1 Padang Cermin tengah mengikuti materi dari tim Program TMS Dinsos Lampung.

Sebagaimana diketahui, TMS merupakan bagian dari upaya  Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana. Program ini bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana.

Kepala Dinas Sosial didampingi Kepala Bidang Linjamsos, Maria Tamtina dan Pj. Kepala Desa Hanura memotong tumpeng dalam rangka Peringatan HUT Tagana Indonesia ke-15.

Setelah selesai simulasi mitigasi bencana tsunami, Kepala Dinas Sosial didampingi Kepala Bidang Linjamsos, Maria Tamtina dan Pj. Kepala Desa Hanura memotong tumpeng dalam rangka Peringatan HUT Tagana Indonesia ke-15 dan membagikannya kepada Kades dan Sahabat Tagana.***

Editor : Robert

Facebook Comments