Menjawab Tuntutan Revolusi Industri 4.0, MNPK Gelar Lokakarya dan Workshop Nasional

0
516
. Kegiatan lokakarya dan workshop kali ini mengambil tema “Mewujudkan Peradaban Kasih Persaudaraan di Era 4.0.”

ALTUMNEWS.com, MEDAN — Untuk menjawab tuntutan “Revolusi Industri 4.0” dan upaya untuk mengintegrasikannya dalam konteks pembelajaran di Lembaga Pendidikan Katolik (LPK), maka Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) secara proaktif menyelenggarakan kegiatan “Lokakarya dan Workshop Nasional”.

Kegiatan ini diselenggarakan di Parapat Sumatera Utara pada 22-25 Mei 2019. Kegiatan lokakarya dan workshop kali ini mengambil tema “Mewujudkan Peradaban Kasih Persaudaraan di Era 4.0.”

Lokakarya dan Workshop ini diikuti 362 peserta yang berasal dari perwakilan 27 Majelis Pendidikan Katolik (MPK) dan menghadirkan para narasumber yang kompeten dibidangnya yang diharapakan mampu membuka cakrawala berpikir para peserta.

Para peserta diharapkan mampu memahami dengan baik apa saja peluang dan tantangan serta strategi apa yang harus ditempuh ketika berhadapan dengan era revolusi industri 4.0 ini.

Lokakarya dan workshop dibuka dengan perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Cornelis Sipayung, OFM. Cap. Dalam homilinya Bapa Uskup menyatakan pendidikan Katolik di Indonesia bisa berhasil jika semua penyelenggara pendidikan baik itu yayasan, kepala sekolah, maupun para guru sebagai pelaksana pendidikan mau belajar menyatukan diri dan menimba energi dari Sang pokok anggur, Guru Abadi, Yesus Kristus.

“Ada empat nilai pokok yang dapat dijadikan energi baru dari Yesus, yaitu kasih, damai, keadilan, dan solidaritas,” kata Mgr. Cornelis.

Lebih lanjut, Bapa Uskup menyampaikan pandangan Gereja Katolik tentang pendidikan yang dituangkan dalam beberapa Dokumen Gerejawi antara lain dalam Populorum Proggressio, Gravissimus Educationis dan dokumen terakhir yang dikeluarkan Kongregasio untuk Pendidikan Katolik  “Humanisme Persaudaraan Membangun Peradaban Kasih”  dalam rangka memperingati “Lima Puluh Tahun Populorum Progressio “yang dikeluarkan pada 16 April 2017.

BACA JUGA:  Korwil dan Korkab PKH Lampung Ikuti Bimtap di Batam

Dalam maklumat ini Gereja menawarkan sebuah Pedoman Etis Moral Kristiani. Dalam dokumen ini diketengahkan bahwa setiap orang harus bekerja untuk damai, keadilan dan solidaritas. Seruan ini muncul dari keyakinan perlunya sebuah prinsip ketergantungan global  dan tujuan umum dari setiap orang di dunia.

“Pedoman etis moral Kristiani ini selalu diulang-ulangi dengan penegasan bahwa apa yang terjadi dalam sebagian belahan dunia ini dapat berakibat ke belahan yang lain, dan bahwa tidak seorang juga bisa secara apriori merasa aman di dunia yang masih ada penderitaan dan kesusahan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, lokakarya dan workshop MNPK bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Revolusi Industri 4.0”, memahami pedomaan etis-moral Kristiani berhadapan dengan perkembangan teknologi, mencari model pengintegrasian pembelajaran kreatif dan inovatif ke dalam konteks.

Lembaga Pendidikan Katolik (LPK), memahami arah kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan menghadapi revolusi industri 4.0, mendalami konsep pembelajaran yang memicu dan memacu kemampuan berpikir kreatif dan inovatif (computational thinking).***

Kontributor : E. Gamma Pranadenta

Editor         : Robert

Facebook Comments