ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Ratusan anak mengikuti sunatan massal pada Minggu, 16 Juni 2019. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga kurang mampu.
Kegiatan berlangsung di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi, Bandar Lampung. Paguyuban Devosan Kerahiman Ilahi (PDKI) Keuskupan Tanjungkarang menggelarnya bersama Kodim 0410/Kota Bandar Lampung dan ormas lintas agama.
Yudi Prayitno, 39, merupakan salah satu orang tua peserta. Ia mengaku bersyukur karena anaknya mendapat kesempatan mengikuti sunatan massal tersebut.
“Saya mendapat informasi dari Pak Anton, umat Katolik Kedaton. Karena itu, saya langsung mendaftar. Alhamdulillah bisa dan anak saya juga senang,” katanya.
Yudi bekerja serabutan. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya sempat bingung ketika anaknya meminta sunat.
“Ini rezeki juga. Selain mendapat sunat gratis, anak saya mendapat bingkisan,” ujarnya.
Sunatan Massal Jadi Aksi Kepedulian
Vikjen Keuskupan Tanjungkarang RP Yohanes Samiran, SCJ mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada sesama.
Sebanyak 106 anak mengikuti sunatan massal PDKI Keuskupan Tanjungkarang bersama Kodim 0410/Kota Bandar Lampung.
“Ini merupakan ungkapan nyata bahwa Allah itu peduli. Kita menjadi alat kepedulian Tuhan bagi sesama, khususnya anak-anak peserta khitanan,” kata Romo Samiran.
Ketua Umum PDKI Keuskupan Tanjungkarang, Yohana Pujilatin, menyebut kegiatan itu sebagai upaya merajut persaudaraan. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat kerukunan lintas agama.
“Anak-anak berasal dari berbagai latar belakang agama. Sebanyak 65 peserta beragama Islam, 33 Katolik, dan 8 Kristen. Ini menunjukkan bahwa bakti sosial ini terbuka bagi semua kalangan,” ujarnya.
Lintas Agama Rawat Kebhinekaan
Dandim 0410 Bandar Lampung Letnan Kolonel Arm Wahyu Jatmiko turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua TP-PKK Bandar Lampung Eva Dwiana Herman HN juga menghadiri acara bersama tokoh dan organisasi lintas agama.
Wahyu mengatakan, sunatan massal menjadi salah satu cara untuk merawat kebhinekaan.
“Kegiatan bersama seperti ini menunjukkan bahwa kita memiliki kesamaan dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Kesamaan itu harus kita gali dan rawat,” katanya.
Menurutnya, kebersamaan tersebut dapat membantu menjaga Lampung tetap aman dan tenteram. Kerukunan antarumat beragama pun semakin kuat.
Ketua Forum Kerukunan Lintas Agama (FKLA) Provinsi Lampung, Mohammad Bahruddin, menyebut kegiatan tersebut murni sebagai aksi kemanusiaan.
“Dengan melibatkan jaringan lintas agama, kegiatan ini menunjukkan aksi kemanusiaan. Tidak ada kepentingan lain. Yang ada hanya kepentingan bersama dalam bidang kemanusiaan,” ujarnya.
Wujud Nyata Kasih dan Iman
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang, Romo Roy, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu dapat memperkuat dialog karya lintas agama. Aksi kemanusiaan juga menjadi wujud nyata kasih dan iman.
“Kesalehan iman diharapkan dapat melahirkan kesalehan sosial,” ungkap Romo Roy.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Bandar Lampung Eva Dwiana Herman HN berharap kegiatan serupa dapat berlanjut. Ia juga mendorong pelaksanaannya di seluruh kabupaten dan kota di Lampung.
“Mudah-mudahan acara ini tidak berhenti di sini. Masyarakat di kabupaten dan kota juga sangat membutuhkan kegiatan seperti ini,” katanya.
Eva menilai kebersamaan umat beragama dapat memperkuat persatuan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat menjaga NKRI.
Organisasi Lintas Agama Ikut Terlibat
Berbagai organisasi lintas agama turut mendukung kegiatan tersebut. Di antaranya Muslimat NU Lampung, FKLA Lampung, WHDI Lampung, PHDI Lampung, PGIW Lampung, Walubi Lampung, dan PSMTI Lampung.
Selain itu, Ehipassiko Foundation Lampung, Fatayat NU, BKOW, WKRI Lampung, Lions Clubs, dan PWKI Lampung juga ikut terlibat. Media mitra turut mendukung kegiatan tersebut.
Sementara itu, Sunatrone Khitan Klamp Lampung menjadi pelaksana proses khitan.***





