Wujudkan Misi Gubernur Arinal, Dinsos Lampung Gelar Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin

0
43
Sosialisasi Program Penenganan Fakir Miskin Wilayah I Provinsi Lampung Tahun 2019 di Hotel Yunna, Bandar Lampung, 25-27 Juni 2019 lalu.

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Dinas Sosial Provinsi Lampung pada 25-27 Juni 2019 lalu mengadakan kegiatan “Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah I Provinsi Lampung Tahun 2019”. Acara berlangsung di Hotel Yunna, Jalan Ikan Hiu No.1 Teluk Betung Bandar Lampung. 45 peserta berasal dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota se Lampung turut serta instansi terkait.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan pelaksanaan di lapangan terutama terkait masalah basis data terpadu atau BDT.

“Penanganan fakir miskin di kabupaten kota juga ada beberapa yang berkaitan dengan penanganan fakir miskin ini perlu kita sosialisasikan bahwa program-program fakir itu banyak sekali. Itu berkaitan juga dengan misi dari Pak Gubernur Arinal beserta Ibu Nuni bahwa salah satunya adalah untuk untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Sumarju Saeni, Selasa, 25 Juni 2019.

Menurutnya, lewat kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menemukan titik terang bagaimana mengangkat masyarakat Lampung yang sejahtera.

“Yaitu dengan pendekatan-pendekatan antara lain melalui kelompok usaha bersama itu yang dilakukan. Selain itu melalui usaha ekonomi produktif, melalui program pusat seperti Bantuan Pangan Non Tunai dimana pada tahun ini provinsi Lampung semua kabupaten kota sudah BPNT, itu untuk pengganti Rastra,” tandas Kadisos Lampung ini.

Sementara di bidang pendidikan dan kesehatan, jelas Sumarju, terdapat namanya Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini merupakan pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Pada sosialisasi ini diharapkan “Panglima Tagana Lampung” ini bagaimana memanfaatkan Basis Data Terpadu (BDT). BDT adalah sistem data elektronik yang berisi nama, alamat, NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan keterangan dasar sosial ekonomi rumah tangga dan individu.

“Pentingnya sosialisasi ini yaitu arti pentingnya data miskin, karena data itu lahir dari desa untuk memverifikasi melalui rembuk desa. Itu melalui online melalui sistem informasi kesejahteraan sosial, sehingga ini masuk ke dalam data BDT. Program-program dari Kemensos dan yang lainnya yang menyangkut bantuan sosial itu harus mengacu pada data BDT,” pungkasnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments