Hujan Lebat, Tujuh Desa di Pesawaran Diterjang Banjir

0
306
BPBD Pesawaran bersama Tagana, TNI, POLRI, melakukan evakuasi korban yang terjebak di dalam rumah. Foto : BPBD Pesawaran

ALTUMNEWS.com, PESAWARAN — Hujan deras yang melanda Pesawaran, Kamis dini hari (23/01), menyebabkan tujuh desa di tiga kecamatan pada kabupaten itu terendam banjir.

Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, desa yang terendam banjir yakni di Desa Bagelen, Desa Sukaraja, Desa Gedong Tataan, Desa Karang Anyar dan Desa Kagungan Ratu. Lima desa tersebut berada di Kecamataan Gedong Tataan. Kemudian dua desa di Kecamatan Negeri Katon dan 1 desa di Kecamatan Way Lima.

“Adapun ketinggian debut air ; Desa Bagelen setinggi 2 meter, Desa Sukaraja 2 meter, Desa Gedong Tataan 1.5 meter, Desa Karang Anyar 1 meter, Desa Kagungan Ratu 40 cm,” tulis BPBD Kabupaten Pesawaran di akun facebooknya

Atas kejadian ini, BPBD Pesawaran bersama Tagana, TNI, POLRI, melakukan evakuasi korban yang terjebak  di dalam rumah.

“Kondisi terakhir pada Kamis, 23 Januari 2020, pukul 06.15 WIB, air sudah surut,” kata Kepala BPBD Pesawaran, Mustari saat dikonfirmasi Altumnews.com, Kamis pagi, 23 Januari 2020.

Menurut Mustari, jumlah korban rumah yang terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut saat ini sedang diinventarisir.

Kepala BPBD Kabupaten Pesawaran ini mengimbau pada masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang tinggi belakangan ini.

“Jadi saya mengimbau untuk masyarakat, khususnya di Kabupaten Pesawaran untuk terus waspada, karena pada bulan Januari, Februari bahkan Maret, instensistas hujan masih tinggi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial telah mengirimkan buffer stock ke Kabupaten Pesawaran. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi langsung mengintruksikan kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni.

Panglima Tagana Lampung, Sumarju Saeni saat ditemui di ruangannya, Kamis pagi, 23 Januari 2020.

“Untuk di Pesawaran, buffer stock sudah kami distribusikan pada 14 Januari 2020 lalu. Buffer stock yang didistribusikan kesana senilai 56-an juta rupiah,” kata Panglima Tagana Lampung, Sumarju Saeni, saat ditemui di kantornya, Kamis, 23 Januari 2020.***

BACA JUGA:  Mahasiswa STIE Gentiaras Saluran Bantuan Untuk Korban Tsunami

Editor : Robert

Facebook Comments