Sumarju Saeni : Masa Pensiun Bukan Akhir Pengabdian!

0
328
Waka Kwarda Pramuka Lampung Bidang VII Abdimasgana, Sumarju Saeni blusukan ke Kalianda, Lampung Selatan, Senin 03 Februari 2020.

ALTUMNEWS.com, KALIANDA — Bagi sosok Sumarju Saeni yang dikenal dengan julukan Panglima Tagana Lampung, pengabdian untuk kemaslahatan umat tidak mengenal purna bakti. Batapa tidak, baru saja pada Jumat (31/01/2020) dilepas oleh Gubernur Lampung karena memasuki masa purna bakti, hari ini, Senin 03  Februari 2020 blusukan ke Kalianda, Lampung Selatan.

Sumarju, memimpin Dewan Andalan Pramuka Peduli Kwarda Pramuka untuk melakukan mapping masyarakat terdampak tsunami 2018 lalu yang masing tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Kalianda, Lampung Selatan.

Bagi Panglima Tagana Lampung ini, pengabdian tiada mengenal akhir, kapan dan dimana saja bisa mengabdi kemanusiaan.

“Pengabdian tiada akhir yang dibatasi oleh ruang dan waktu,” kata mantan Kadis Sosial Lampung yang baru saja purna tugas ini.

Dikatakan Sumarju, kedatangan ke Huntara ini untuk menghimpun masukan dan saran serta permohonan masyarakat Huntara yang terdampak tsunami setahun lalu. “Khusunya untuk membangun perekonomian keluarga yang lebih baik,” imbuhnya.

Menurut Sumarju, Bidang VII Abdimasgana Kwarda Pramuka Lampung yang dipimpinnya akan berusaha mencarikan solusi. “Seperti misalnya pelatihan ketrampilan, modal usaha bahkan kalau diperlukan pemasaran hasil usahanya,” jelasnya.

Waka VII ini, yang didampingi oleh Andalan Daerah Abdimasgana bertemu dengan koordinator Huntara Desa Way Muly Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Darwin.

“Jumlah penghuni Huntara Way Muly Timur sebanyak 122 kepala keluarga. Adapun pelatihan yang pernah dilaksanakan antara lain pengolahan ikan asin, kopi,” jelas Darwin.

Darwin pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih dan meminta pada Pramuka untuk memberi pelatihan hidroponik.

“Atas nama warga Huntara saya mengucapkan terimakasih atas kunjungannya. Mengingat keterbatasan lahan pertanian kami minta Pramuka bisa memprogram warga kami khususnya pemuda belajar hidroponik, sedang yang lainnya perlu dibekali modal usaha untuk mengolahan ikan tangkapan nelayan,” katanya.

BACA JUGA:  Hadapi Libur Nataru, KAI Divre IV Siapkan 71.208 Tiket

Hadir juga dalam penjajakan tersebut Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Lampung, Sutrisno.***

Editor : Robert

Facebook Comments