Berikut Komoditas Utama Penyumbang Inflasi Provinsi Lampung

0
102
Kepala Bank Indonesia KPw Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan.

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Bank Indonesia Provinsi Lampung mencatat pada Januari 2020, ada lima komoditas utama Penyumbang inflasi di Provinsi Lampung.

“Komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai merah mencapai dengan 0,32%, rokok kretek filter (0,11%), cabai rawit (0,11%), minyak goreng (0,11%), dan bawang merah (0,05%)” jelas Budiharto Setyawan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Inflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau khususnya untuk komoditas bumbu-bumbuan (cabai merah, cabai rawit dan bawang merah) karena gangguan pasokan seiring dengan kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan di beberapa sentra baik di dalam maupun luar daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, harga minyak goreng mengalami kenaikan sejalan dengan dilarangnya peredaran minyak goreng tanpa kemasan di pasaran .

“Pada Januari 2020, Provinsi Lampung mengalami inflasi yang dihasilkan dari gabungan inflasi Kota Bandarlampung dan Metro. Rinciannya, inflasi Kota Bandar Lampung mencapai 0,86% (mtm); 3,35% (yoy); 0,86% (ytd) dan inflasi Kota Metro: 1,15% (mtm); 3,57% (yoy); 1,15% (ytd), ” ujar Budiharto Setyawan.

Lebih lanjut ia mengatakan inflasi Provinsi Lampung pada bulan Januari 2020 terpantau mengalami eskalasi, setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi (0,46%;mtm), yakni 0,89% (mtm), 3,37% (yoy), dan 0,89% (ytd), serta tercatat lebih tinggi dibandingkan pencapaian nasional sebesar 0,39% (mtm), 2,68% (yoy) dan 0,39% (ytd).

Meski demikian, Inflasi yang lebih tinggi di bulan Januari 2020 tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas, diantaranya Bensin dengan -0,03%, daging ayam ras (-0,03%), telur ayam ras (-0,03%), angkutan udara : (-0,01%), dan baju kaostanpa kerah/T shirt pria (-0,01%).

Deflasi terjadi pada bensin sejalan dengan penurunan tarif pertamax dan pertamax turbo pada 5 Januari 2020. Selain itu deflasi daging ayam ras, telur ayam ras serta angkutan udara didorong oleh normalisasi harga pasca permintaan tinggi akhir tahun.

BACA JUGA:  Gelar Turnamen eSports, Telkomsel Dukung Gamers Indonesia ke Tingkat Global

Ke depan, Kepala Perwakilan BI Lampung memandang beberapa risiko inflasi di Provinsi Lampung yang bersumber dari risiko potensi gangguan produksi hortokultura seiring meningkatnya intensitas hujan dan risiko yang berasal dari potensi gangguan akses distribusi logistik akibat banjir di beberapa daerah jawa sehingga mengurangi pasokan.***

Editor : Robert

Facebook Comments