Gandeng Bukit Asam, KSOP Kelas 1 Panjang Gelar Workshop Penanggulangan Pencemaran Minyak dan Kimia Beracun

0
51
Workshop Penanggulangan Pencemaran Minyak dan Kimia Beracun di PT. Bukit Asam Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan, Jl. Soekarno Hatta KM. 15, Tarahan, Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Rabu, 5 Februari 2020.

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Memperingati Bulan K3 tahun 2020, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang, menyelenggarakan Workshop Sistem dan Persyaratan Penanggulangan pencemaran oleh minyak dan kimia berbahaya beracun (B3) sesuai dengan Peraturan Mentri Perhubungan No.58 Tahun 2013.

Kegiatan berlangsung di PT. Bukit Asam Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan, Jl. Soekarno Hatta KM. 15, Tarahan, Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, Rabu, 5 Februari 2020.

Workshop dibuka langsung oleh Kepala KSOP Kelas l Panjang, Andi Hartono didampingi Genera Manager PT. Bukit Asam, Baverli Binanga.

Dalam kesempatan itu, Andi Hartono mengungkapkan akan besarnya bahaya pencemaran minyak di laut serta peningkatan kualitas lingkungan yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan minyak sebagai sumber energi.

”Untuk itu maka timbulah upaya-upaya untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya tumpahan minyak oleh negara-negara maritim yang selanjutnya dikeluarkan ketentuan oleh Organisasi Maritim Internasional dengan Konvensi MARPOL 1973, dimana dalam konvesi tersebut diantaranya disebutkan bahwa pada dasarnya tidak dibenarkan membuang minyak ke laut,” ungkap Andi.

Andi mengungkapkan, bahwa pihaknya beberapa hari lalu melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara pencegahan virus corona agar tidak terjadi di wilayahnya, khususnya di Lampung.

”Bahwa Pelabuhan Panjang memang tidak di sediakan alat detektor sebagai alat untuk mengukur suhu panas tubuh manusia, beda halnya dengan Bandara Internasional yang memang untuk mengangkut Penumpang,” lanjutnya.

Terkait pencegahan tercemarnya minyak di laut, KSOP Kelas I Panjang telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Terutama bagi kapal agar tidak terjadi pencemaran minyak di laut, untuk itu kita harus bersatu guna menjaga Pelabuhan Panjang agar tetap hebat,” tutur Andi Hartono.

Pada kesempatan yang sama GM Bukit Asam, Biverli Binanga mengapresiasi workshop yang diinisiasi KSOP Kelas 1 Panjang.

BACA JUGA:  Penyesuaian Iuran JKN-KIS, Pemerintah Masih Menanggung Iuran Terbesar

“Kegiatan yang di lakukan hari ini sangat baik yang di lakukan oleh KSOP Kelas l Panjang yang bersinergi dengan PT Bukit Asam, dan tentunya kegiatan seperti ini harus tetap ada, karena kita tahu bahwa kita sudah memilki peralatan semuanya, ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan kita kalau terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.***

Editor : Robert

Facebook Comments