oleh

Deteksi Covid-19 Dengan Rapid Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR)

ALTUMNEWS.com, JAKARTA — PT Kalbe FarmaTbk (Kalbe) melalui anak usaha PT Enseval Medika Prima (EMP) bekerjasama dengan bio Merieux dan Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (Patklin) melakukan edukasi kesehatan mengenai deteksi COVID-19 dengan pemeriksaan syndromic testing yaitu pemeriksaan dengan menggunakan Rapid Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi material genetic dari beberapa target micro organismapatogen sekaligus.

Narasumber dalam edukasi kesehatan ini dibawakan oleh Prof. Dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS – Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia, Dr. Julien TEXTORIS, MD, PhD – VP Global Medical Affair bioMerieux, Prof. DR. Dr.Aryati, MS, Sp.PK(K) – RSUD Dr.Soetomo Surabaya, DR. Dr.TonnyLoho, DMM., Sp.PK(K) – RS. Medistra Jakarta, Prof. DR. Dr. Ida Parwati, Sp.PK(K), PhD – RS Dr. Hasan Sadikin Bandung dan Adj. Prof. Hananiel Prakasya Widjaya – CEO National Hospital Surabaya.

“Saat ini kita memiliki 322 Laboratorium Pemeriksaan COVID-19 yang terstandarisasi sesuai standard WHO, yang tersebar di Indonesia dengan berbagai tantangannya antara lain; sumber daya manusia, laboratorium terbatas, teknisi lab khusus, infrastruktur desain lab, mesin RT PCR, ketersediaan Reagen dan bahan habis pakai serta validitasreagen,” kata Prof. Dr. H. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS – Plt. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes.

“Untuk itu kedepannya, kami akan terus menjaga dan meningkatkan kualitas laboratorium termasuk biosafety dan biosecurity, memperkuat jejaringan laboratorium, memperbaiki sistem manajemen data laboratorium nasional dan memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan Covid-19,” lanjutnya.

“EMP sebagai anak usaha Kalbe yang bergerak di bidang alat kesehatan dan diagnostik, berkomitmen mendukung pemerintah dalam mencegah, mengantisipasi, diagnosis dan penanganan penyebaran COVID-19, salah satunya dengan melakukan penyediaan alat pemeriksaan laboratorium molecular untuk mendeteksi dan mendiagnosa virus  dan pemeriksaan dengan metodaelisa untuk deteksi antibodi yang dihasilkan tubuh,” ujar Sudirman, Business Unit Manager PT EnsevalMedika Prima.,

“Jadi pemeriksaan molecular ini dapat dilakukan untuk beberapa jenis patogen secara bersamaan (syndromic testing) dengan lama pemeriksaan sampai mendapatkan hasil hanya membutuhkan waktu 45 menit,” lanjutnya.

Sudirman menjelaskan bahwa dalam teknologi pemeriksaan yang disebutrapid multiplex PCR ini, EMP bekerjasama dengan bio Merieux Francis, yang memproduksi dan mengembangkans olusi In-Vitro Diagnostic syndromic testing ini dan diberinama Bio-Fire Film Array (sistem, reagen, perangkatlunak, dan layanan purnajual) untuk rumah sakit atau laboratorium pemerintan dan swasta dalam mendiagnosis penyakit menular seperti Covid-19 ini.

Sudirman melanjutkan, selain diagnosis, manajemen pengobatan penyakit juga menjadi sangat penting karena sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal memiliki penyakit penyerta dan atau terjadi ko-infeksi (infeksitambahan). Ko-infeksi dapat memperburuk keadaan penderita dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.  Ko-infeksi yang sering terjadi adalah terdapatnya infeksi bakteri selain infeksi virus yang menyebabkan kondisi penderita menjadi sangat buruk.

Menurutnya, untuk mengatasi infeksi bakteri ini, pemberian antibiotik yang rasional dan tepat menjadi sangat penting.  Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kultur untuk mengetahui bakteri patogen yang menginfeksi termasuk anti mikroba yang tepat untuk mengatasi infeksi tersebut.***

Editor : Robert

Komentar

News Feed