oleh

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Gelar Festival Pangan Lokal Lampung Tahun 2020

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung menggelar Festival Pangan Lokal Lampung Tahun 2020.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Ir. Kusnardi mengatakan Provinsi Lampung dengan potensi pangan yang berlimpah menjadi peluang usaha para investor, pelaku usaha kuliner, dan UMKM untuk mengembangkan produk olahan pangan baik yang berbahan baku umbi, ubi kayu, pisang sukun dan lainnya.

“Hal ini sesuai dengan visi misi Gubernur Lampung Bapak Arinal Djunaidi dan Ibu Wagub Chusnunia  khususnya di misi ke-5 : akan membangun kekuatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan wilayah pedesaan yang seimbang dengan wilayah perkotaan,” kata Ir. Kusnardi dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung, Ir. Emilia Kusumawati, M.M., dalam acara pembukaan pada Kamis (12/11/2020) di halaman kantor setempat.

Pengambangan produk pangan lokal lanjut Kadis, menjadi strategi dalam menghadapi gemburan berbagai produk pangan yang banyak beredar di pasaran saat ini khususnya yang berbahan baku import.

“Hal ini penting, mengingat ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap Indonesia terhadap produk pangan berbahan baku import terus meningkat dari tahun ke tahun yang mengakibatkan tersedotnya divisa negara. Oleh sebab itu, dibutuhkan inovasi dan dan kreatifitas pelaku kuliner dan UMKM dalam pengembangan pangan lokal,” ungkapnya.

Ir. Kusnardi mengatakan kegaitan Festival Pangan Lokal Provinsi Lampung Tahun 2020 merupakan salah satu kegiatan Dinas Katahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hoktikultura Provinsi yang sejalan dengan  prioritas Kementerian Pertanian.

“Khususnya Badan Ketahanan Pangan dalam upaya menyediakan olahan pangan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan teknologi dan perluasan akses pasar yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan skala usaha,” paparnya.

Kadis berharap dengan serangkain kegiatan Festival Pangan Lokal Provinsi Lampung Tahun 2020 menjadi diversifikasi pangan. “Khususnya penginkatan konsumsi pangan lokal sesuai dengan kearifan lokal Provinsi Lampung, peningkatan kapasitas SDM, peningkatan pengetahuan masyarakat, dan penguatan kelembagaan pelaku kuliner dan UMKM, yang untuk itu pendampingan oleh petugas provinsi dan khususnya kabupaten/kota dapat dioptimalkan,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung mengajak masyarakat untuk tetap dapat menggerakkan ekonomi masyarakat melalui olahan dan inovasi pangan lokal yang dikelola sebagai alternatif penyediaan pangan, terutama pada masa-masa pademi Covid-19 seperti yang saat ini kita hadapi,” pungkas Ir. Kusnardi.

Sementara itu Wakil Ketua I TP – PKK Provinsi Lampung Ny. Mamiyani Fahrizal Darminto dalam sambutannya mengatakan pola konsumsi pangan masyakat yang saat ini masih didominasi oleh kelompok padi-padian sperti; beras, jagung dan terigu.

“Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi Provinsi Lampung Tahun 2019 sebesar 91,1. Menurut PPH tahun 2019, konsumsi beras masih berlebih dan konsumsi umbi-umbian masih kurang,” katanya.

Dikatakan Ny. Mamiyani Fahrizal Darminto, diversifikasi pangan merupakan upaya untuk penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat non beras dan bertujuan mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, aktif dan produktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. “Diversifikasi pangan dapat diupayakan melalui pemanfaatan pangan lokal,” jelasnya.

Wakil Ketua I TP-PKK Provinsi Lampung mengatakan potensi ketersediaan pangan lokal sangat melimpah, namun hingga saat ini kontribusinya untuk mendukung ketahanan panan masih rendah. “Hal ini disebabkan kurangnya inovai teknologi terhadap produk pangan lokal hingga produk tersebut belum mampu menarik minat konsumen,” terangnya.

Menurutnya, Festival Pangan Lokal merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan masyarakat untuk menciptakan kreatifitas jenis-jenis makanan berbahan baku ubi kayu dan tepung mocaf. “Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keragaman konsumsi pangan selain beras. Melalui kegiatan festival ini diharapkan makanan yang dikonsumsi akan lebih beragam dan akan meningkatka gizi keluarga,” lanjutnya.

Ny. Mamiyani Fahrizal Darminto mengatakan di era pandemi covid-19 saat ini, sangat diperlukan imunitas tubuh yang baik untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat dan kuat.

“Dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) akan berpengaruh pada kondisi fisik yang kuat, jiwa yang sehat. Kegiatan Festival Pangan Lokal ini diharapkan dapat mendukung progam Gubernur Lampung yaitu Perempuan Berjaya,” paparnya.

Wakil Ketua I TP-PKK Provinsi Lampung ini sangat mengapresiasi kegiatan Festival Pangan Lokal karena dapat mempromosikan aneka olahan yang berasal dari pangan lokal yang tidak kalah lezat dengan pangan olahan yang berasal dari terigu.  Selain itu dengan bahan pangan lokal merupakan mekanan sehat karena tinggi serat. “Saya mengajak kita semua untuk mengonsumsi pangan lokal,” tutupnya.

Ditemui usai acara Ketua Pelaksana pada Lomba Olahan dan Inovasi Pangan Lokal Berbahan Baku Ubi Kayu dan Tepung Mocaf Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Ida Rachmawati mengatakan dalam rangka diversifikasi pangan dan Hari Pangan Sedunia ke-40 melaksanakan Festival Pangan Lokal Lampung 2020 yang salah satunya berupa lomba ini.

“Tujuan dari lomba olahan dan inovasi pangan lokal diantaranya meningkatakan diversifikasi pangan dan kreatifitas masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berbahan baku ubi kayu atau singkong dan mocaf,” katanya.

Tujuan lain lanjut, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Ida Rachmawati membangun budaya keluarga dan masyarakat untuk mengkonsumsi aneka menu makanan pangan lokal untuk memenuhi gizi sehari-hari.

“Disamping itu untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha pangan lokal. Dan mewujudkan sumber manusia yang sehat, aktif dan produktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi dan seimbang dan aman berbasi pangan lokal,” kata Ida Rachmawati.

Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung menerangkan Lomba Olahan dan Inovasi Pangan Berbahan Baku Ubi Kayu Tepung Mocaf Tingkat Provinsi Lampung 2020 dilakukan secara virtual dan langsung.

“Kegiatan secara virtual meliputi pendaftaran peserta, pengumpulan  atau upload video, technikal meeting, penjurian video lomba dan pengumuman finalis lomba. Sedangkan kegiatan secara langsung yaitu penilaian lanjutan untuk 6 finalis dan dua kategori mencakup penilain cita rasa, tampilan dan hygenitas,” pungkasnya.

Berikut nama-nama pemenang lomba Festival Pangan Lokal Lampung Tahun 2020

Kategori olahan Tepung Mocaf:

  1. Banana Chocolate Tepung Mocaf a.n Paulina (Lampung Tengah)
  2. Mocaf Soes With Banana Coffe Cream a.n Dini Zulkarnaini & Gista Wulandari (SMKN 1 Abung Selatan, Lampung Utara)
  3. Brulee Bomb Mocaf a.n Indah Yuliana Pratiwi & Lusy Kurniawati (Bandar Lampung)

Kategori olahan Ubikayu:

  1. Lapis Legit Ubikayu A.n Nur Cahyaningsih & Wiji Telastina (Lampung Tengah)
  2. Pie Singkong Cream Kelapa & Singkong Asin a.n Ahmad Hafìdz & Lauren Putri Margaretha (Bandar Lampung)
  3. Cabiku A.n Marliana Sepulau Raya & Sulastri (Bandar Lampung)

Hadiah perlombaan berupa piala untuk juara I, II dan III beserta trophy, uang tunai dan sertifikat. Sedangkan untuk dua kategori yang diperlombakan juara I, II dan III masing-masing mendapatkan uang tuna. Juara I : Rp. 2,5 juta, juara II Rp. 1,5 juta dan juara III : Rp. 1.250.000.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed