Umat Katolik Keuskupan Tanjungkarang Gelar Ibadat Tobat dan Absolusi Umum Adven 2020

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Untuk pertama kalinya, umat Katolik Keuskupan Tanjungkarang menggelar Ibadat Tobat dan Absolusi Umum Adven 2020.

Pandemi Covid-19 membuat umat tidak dapat menjalani pengakuan dosa pribadi seperti biasanya. Karena itu, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengajak umat mengikuti Ibadat Tobat bersama.

Mgr. Yohanes Harun Yuwono mengajak umat menerima kasih Allah melalui pertobatan dan pengampunan dosa. Selain itu, umat juga dapat menerima berkat episkopal dari Mgr. Yohanes Harun Yuwono.

Ibadat Tobat Digelar Secara Daring

Ibadat Tobat dan Absolusi Umum Adven akan berlangsung pada Selasa, 22 Desember 2020, pukul 20.00 WIB. Umat dapat mengikuti ibadat melalui siaran langsung YouTube Komsos Tanjungkarang.

Vikaris Yudisial Keuskupan Tanjungkarang, RD. Apolonius Basuki, menjelaskan tujuan ibadat tersebut. Menurutnya, Ibadat Tobat membantu umat mempersiapkan hati untuk menerima pengampunan dosa.

“Kaum beriman bersama-sama mendengarkan Sabda, mewartakan kerahiman Allah dan mengundang seluruh umat bertobat,” kata Romo Apol, sapaan akrab Apolonius Basuki, saat dihubungi Altumnews.com, Senin malam (21/12/2020).

Pengampunan Dosa di Tengah Pandemi

Menurut Romo Apol, umat biasanya melanjutkan Ibadat Tobat dengan Sakramen Tobat secara pribadi. Namun, kondisi darurat seperti pandemi memungkinkan umat menerima absolusi umum.

“Umat yang merayakan Ibadat Tobat mengakui dosa-dosanya dalam hati. Tetapi ketika keadaan sudah kembali normal, umat wajib menerima Sakramen Tobat,” tegas Pastor Kepala Paroki Maria Ratu Damai Teluk Betung, Bandarlampung, tersebut.

Romo Apol juga menjelaskan kondisi yang memungkinkan absolusi umum. Kondisi itu mencakup pandemi, perang, sakit berat, dan bencana alam dahsyat.

“Bahaya mati dan keadaan darurat bisa berupa pandemi atau perang, atau sakit berat. Bencana alam dahsyat juga bisa,” jelasnya.

Pertama Kali di Keuskupan Tanjungkarang

Romo Apol membenarkan bahwa Ibadat Tobat dan Absolusi Umum Adven kali ini menjadi yang pertama di Keuskupan Tanjungkarang.

“Sejauh saya tahu, iya, baru pertama kali terjadi di Keuskupan Tanjungkarang,” ujarnya.

Perayaan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Gereja kepada umat di tengah pandemi. Selain itu, kegiatan tersebut membantu umat tetap menghayati masa Adven meski menghadapi keterbatasan.

Pesan Adven di Tengah Pandemi

Romo Apol mengingatkan umat tentang makna Masa Adven. Menurutnya, Adven mengajak umat menanti dengan iman dan harapan.

“Kita menanti dengan penuh iman dan harapan. Harapan terbesar dalam hidup kita adalah agar kemuliaan Allah dinyatakan dalam hidup kita,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak umat membuka hati dan menerima kehadiran Allah. Umat pun diharapkan mampu menjalani kehidupan sebagai manusia baru.

“Semoga kita mampu membuka hati untuk menerima kehadiran Allah, Sang Imanuel dalam hidup kita. Sehingga kita lahir sebagai manusia baru,” kata Romo Apol.

Selain itu, ia berharap pandemi Covid-19 segera berlalu. Masyarakat pun dapat kembali menjalani kehidupan dengan sehat, baik, dan penuh sukacita.

“Selamat merayakan Natal dan menyongsong Tahun Baru 2021,” pungkasnya.***