oleh

1.046 Kendaraan Diputar Balik Selama Operasi Ketupat Krakatau di Lampung

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Polda Lampung melakukan Operasi Ketupat Krakatau 2021 dalam rangka pengamanan peniadaan mudik Lebaran hingga 12 hari. Hasilnya, sebanyak 1.046 kendaraan dari operasi itu harus diputar balik.

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno melalui Kasatgas Banops pada Operasi Ketupat Krakatau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatkana Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan kendaraan sebanyak 52.577 unit kendaraan.

“Terkait giat di pos pengetatan, jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 15.976 kendaraan, jumlah orang yang diperiksa sebanyak 4.140 orang,” jelas Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Selasa (18/5/2021).

Sementara lanjut Pandra, pelaksanaan rapid test antigen sebanyak 4.506 orang dengan hasil negatif sebanyak 4.484 orang sedangkan yang positif sebanyak 22 orang.

“Untuk penindakan pelanggaran travel gelap berupa tilang sebanyak 87 tilang dan membagikan masker kepada masyarakat sebanyak 814 buah,” kata Pandra,

Untuk kejadian kecelakan lalu lintas lanjut Pandra, terdata sebanyak 36 kejadian, dengan korban meninggal dunia 14 orang, luka berat sebanyak 17 orang dan luka ringan sebanyak 32 orang dengan kerugian materil sebesar Rp. 184.650.000.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Krakatau 2021 ini, Polda Lampung dan jajaran akan melanjutkan dengan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) utk mengantisipasi arus balik.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari pulau Sumatera ke Pulau Jawa agar melengkapi diri dengan dokumen antara lain Surat Keterangan Perjalanan, baik itu surat keterangan karena tugas maupun juga surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat jika kepentingannya adalah kepentingan pribadi,” katanya.

Kemudian lanjut Pandra, Surat Keterangan Negatif Covid-19 yang berlaku 1×24 jam untuk tes usap atau swab test PCR dan swab antigen.

“Sementara hasil tes GeNose berlaku hanya pada hari keberangkatan perjalanan,” kata Pandra.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara ketat dan teliti di pos pos pengetatan pada arus balik, langkah ini kami lakukan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Pandra.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed