oleh

Siasat TAPS In Lampung Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Pandemi covid-19 memunculkan sisi kreatif untuk bertahan bagi para pelaku UMKM, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Salah satunya bagi TAPS In Lampung yang berhasil bertahan walau di awal-awal pandemi omset penjulannya menurun drastis hingga 85 persen.

TAPS In Lampung merupakan brand pertama di Lampung yang menggunakan tapis sebagai kombinasi dari berbagai macam produk yang dijual. Usaha ini sudah dimulai sejak Maret 2015 lalu. Di awal-awal pandemi, bisnis penjualanya menyusut drastis. Dengan siasat pemasaran memanfaatan platform digital, berangsur-angsur pejulannya kembali normal, bahkan melonjak.

Rico Febriyanto, Founder of TAPS In Lampung mengaku semenjak pandemi covid-19 melanda, pemanfaatan platform digital menjadi salah satu upaya bertahan di masa pandemi. Digital marketing sangat berdampak baik terhadap volume penjualan produk-produk TAPS In Lampung.

“Dari awal memang pemasaran kami sudah online, tapi semenjak pandemi ini kami semakin gencar memasarkan produk-produk kami di online. Khusunya untuk customer baru kita arahin ke online, kita ada di instagram, shopee dan whatsaap,” kata Rico kepada Altumnews.com, Minggu (4/9/2021).

Rico mengaku digital marketing memudahkan usahanya untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen.

“Sejak kami gencar memanfaatkan digital marketing, pangsa pasar TAPS In Lampung kami jadi lebih luas, dan tentu penjualan kami meningkat,” beber Rico.

Rico mengamati terdapat tren peralihan konsumen ke belanja digital akibat pandemi covid-19.

“Maka platform digital sebagai jawaban bagi tuntutan konsumen kami di masa pandemi yang mewajibkan mereka tak banyak bepergian, tetap berada di rumah serta menjaga jarak,” ungkapnya.

Sementara dari sisi produksi, Rico mengungkapkan terus berinovasi agar UMKM yang dijalankan bersama istrinya tetap bertahan.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesejahteraan Penyandang Masalah Sosial, Dinsos Lampung Buka Unit Pelayanan Sosial Keliling

“Kita juga terus berinovasi, ketika orang sudah mulai bosan dengan produk yang itu-itu saja, kita harus punya terobosan, apa nih? apa lagi nih gitu? Jadi customer itu bisa stay terus di kita, karena kita tuh terus ada yang baru,” bebernya.

Founder of TAPS In Lampung ini juga mengungkapan masukan dan inovasi produk yang dilakukan juga sebagai usaha untuk bersaing dengan UMKM lain.

“Terus belajar juga untuk menggali lagi supaya kita juga bisa bersaing sama UMKM yang memang sudah hebat-hebat,” imbuhnya.

TAPS in Lampung Usung Pelestarian Budaya

Tujuan TAPS In Lampung dibentuk sebagai salah satu upaya nyata membudayakan budaya Lampung khususnya kain tapis yang sudah mendunia.

“Karena tapis Lampung yang pada awalnya hanya dapat digunakan untuk pesta adat dan yang memakai hanya para orang tua saja, di situ kami terinspirasi untuk membuat bagaimana caranya agar anak-anak muda dan seluruh elemen masyarakat Lampung dapat menggunakan tapis untuk pakaian sehari hari agar lebih dikenal di masyarakat luar Lampung,” ungkap Founder of TAPS In Lampung Rico Febriyanto.

Langkah itu lanjut Rico, diapilkasikan TAPS In Lampung ke dalam kaus. “Alhamdulillah respon baik dari masyarakat Lampung dapat membuat kami bertahan sampai saat ini.”

Selain kaus, TAPS In Lampung terus berinovasi membuat berbagai macam kerajinan lain yang dikombinasi dengan tapis agar masyarakat Lampung lebih lagi menggunakan tapis dalam event apa pun.

“Harapan kami generasi zaman sekarang, terutama anak muda di Lampung bisa bangga menggunakan kain tapis sebagai pakaian sehari-hari sesuai cara dan gaya mereka sendiri, tentu yang dihasilkan dari produk UMKM kami, TAPS In Lampung.”

TAPS in Lampung terbantu dengan program-program pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia

BACA JUGA:  Jargas Dorong Pertumbuhan UMKM Bandarlampung

TAPS In Lampung menjadi salah satu mitra binaan KPw BI Lampung. Founder of TAPS In Lampung Rico Febriyanto mengungkapkan keantusiannya sejak tergabung menjadi mitra BI Lampung. Dia merasa terbantu dengan program-program pengembangan UMKM oleh Bank Indonesia.

“Ini sudah tahun ke tiga. Sejauh ini sangat terbantu, seperti pelatihan fotografi untuk pemasaran lewat media sosial agar lebih menarik. Terus kita juga diajarin untuk menggunakan shopee, terus marketplace-marketplace lain jadi cukup membatu,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan Rico, BI secara rutin melakukan program digitalisasi pemasaran, penjualan dan transaksi secara digital melalui onboarding UMKM dan perluasan QRIS sepanjang tahun.

“Kayaknya setiap minggu pasti tuh ada pelatihan di zoom-nya, karena saat ini belum bisa tatap muka kan? Terus kita tuh ada grup yang memang saling sharing begitu antara UMKM UMKM satu sama yang lainnya, jadi ya cukup membantu,” jelas Rico.

Kontribusi TAPS In Lampung dalam penanganan Covid-19

Membawa budaya Lampung – menggunakan kecerdikannya untuk berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan para garda terdepan dalam memerangi virus corona menjadi kebanggaan tersendiri TAPS In Lampung.

“Kami juga sekarang produksi masker yang coraknya memang tapis, kemudian ada perlengkapan lain juga yang dipakai untuk tenaga kesehatan yang tengah berjuang untuk melawan pandemi covid-19,” kata Rico.

Menurut Rico dengan menjual di online merupakan kontribusi Taps In Lampung untuk mengurangi penyebaran covid-19.

“Gerai kami yang di PKOR Way Halim selama pandemi tidak kami buka, kami hanya melayani via online,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Taps In Lampung berpusat di Pasar Seni dan Ekonomi Kreatif (warna ungu). Selain itu di Perumahan Pelawi Indah II Blok D2 Tirtayasa Bandarlampung,

BACA JUGA:  17 Tahun #SelaluMenemaniAnda Informa Hadirkan Tren Furnitur Terbaru dan Program Serba 17

Penjulan secara online Instagram : Tapsinlampung, Shoppe: Taps In Lampung, atau melalui whatsapp 08117271199.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed