oleh

60 Peserta Dari Beragam Wilayah Indonesia Ikuti Seleksi Wawancara Akademi Digital Untuk Da’i Muda

ALTUMNEWS.Com, JAKARTA -– Berkembangnya akses serta layanan internet di Indonesia membuka banyak kesempatan ekonomi, menggerakan inovasi, dan mendorong individu untuk dapat belajar tanpa batas. Namun, perkembangan ini bukan tanpa masalah. Demikian yang disampaikan oleh Ketua Gerakan Islam Cinta (GIC), Eddy Aqdhiwijaya yang disampaikan melalui media Instagram Televisi (IG TV) @islamcintaid.co, pada 14 September 2021.

Menjadi pendakwah sekarang ini memiliki tantangan yang kompleks, mereka dituntut bukan hanya memiliki kemampuan berdakwah di masyarakat secara luring (luar jaringan) tetapi juga dapat memiliki kemampuan berdakwah secara daring (dalam jaringan), terlebih di masa pandemi Covid-19 meningkatnya konektivitas dunia digital semakin memperburuk permasalahan ekstremisme kekerasan. Demikian dikemukakan Profesor Jamhari Ma’ruf Dewan Pembina Pusat Pengkajian dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta Sementara, dalam sesi Webinar Series Akademi Digital untuk Da’i Muda.

“Kondisi ini diperkuat dengan temuan PPIM UIN Jakarta yang mencatat 67,2% isu mengenai konservatisme menguasai perbincangan di dunia maya selama satu dekade terakhir,” jelas Profesor Jamhari.

Ketua Gerakan Islam Cinta, Eddy Aqdhiwijaya mengungkapkan Webinar Series merupakan salah satu tahap seleksi peserta Akademi Digital untuk Da’i Muda 2021.

“Mereka yang lulus di tahap ini berkewajiban mengikuti sesi wawancara bersama Ibu Iim Halimatusa’dyah dari PPIM UIN Jakarta, Mas Fahmi Imam Fauzy dari Merit Indonesia, dan Mas Zulfan Taufik perwakilan dari Gerakan Islam Cinta & Peace Generation Indonesia,” kata Eddy dalam siaran pers yang diterima Altumnews.com, Jumat (24/9/2021).

Eddy menjelaskan sebanyak 60 Da’i Muda terpilih dari beragam wilayah Indonesia mengikuti sesi wawancara tersebut dengan baik. “Hingga akhirnya tim ahli akan memilih sebanyak 30 Da’i Muda yang akan mengikuti pelatihan dan pendampingan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ultimatum Kapolda Lampung Berantas Begal Buahkan Hasil, 9 Bandit Diringkus

Menurut Eddy yang melatarbelakangi program Akademi Digital untuk Da’i Muda ini diselenggarakan, para Da’i Muda yang seharusnya menjadi aktor berpengaruh dalam diseminasi pesan keagamaan moderat nyatanya masih terkendala dengan berbagai kemampuan teknis ketika dihadapkan dengan media digital.

Kemampuan seperti digital storytelling, social media management, data analysis, dan copywriting, lanjut Eddy menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

“Padahal kemampuan teknis tersebut, penting untuk mempengaruhi narasi di media digital. Namun meskipun begitu, tidak banyak platform pengembangan diri yang tersedia untuk membantu Da’i Muda dapat menguasai kemampuan tersebut,” jelas Eddy.

Untuk itu, GIC melakukan creative collaboration dengan PeaceGen, PPIM UIN Jakarta dan Merit Indonesia dalam menyelenggarakan Akademi Digital untuk Da’i Muda 2021. Kegiatan ini memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 30 Dai Muda selama dua minggu bersama tim ahli.

“Mereka akan menjalani serangkaian petualangan untuk memahami masalah, merancang solusi, dan membekali diri dengan seperangkat keterampilan untuk dapat menggunakan, menganalisis, dan memproduksi pesan di media digital dengan lebih baik,” tutup Eddy.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed