oleh

Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang Terima Anjau Silau Pengurus FKUB Provinsi Lampung

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang menerima Anjau Silau Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung. Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono menyambut langsung kedatangan Ketua FKUB Provinsi Lampung Dr. Moh. Bahruddin, M.A., beserta para pengurus. Acara berlangsung di St.Wisma Albertus Pahoman Bandarlampung, Rabu (17/11/2021).

Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono menekankan pentingnya seluruh umat beragama khususunya umat Katolik dalam proses memahami moderasi beragama secara baik dan benar.

Menurut Uskup Keuskupan Agung Palembang ini, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam moderasi beragama.

“Pertama, harus menyadari bahwa keragaman agama dan keyakinan adalah anugerah Tuhan kepada Bangsa Indonesia.”

Kedua, moderasi beragama adalah modal dasar menuju kerukunan dan kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mgr Yohanes Harun Yuwono yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI ini menyampaikan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama harus membawa umat Katolik pada prinsip bonum commune.

Mgr Yohanes Harun Yuwono menegaskan Umat Katolik khususnyadi Keuskupan Tanjungkarang selama ini telah mampu bekerja sama dengan semua pihak dan umat yang berkehendak baik. Hal ini dilakukan dengan alasan begitu penting untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang ini berharap tidak ada sikap membeda-bedakan dalam hidup bermasyarakat, tetapi mengutamakan sikap yang terbuka dengan tujuan kebaikan bagi semua.

Dalam pemaparannya mengenai “Kerukunan Beragama dalam Perspektif Agama Katolik” Mgr Yohanes Harun Yuwono menegaskan bahwa umat Katolik memiliki prinsip dan gagasan yang satu dan sama.

“Bahwa kerukunan umat beragama merupakan hal mutlak perlu dan harus diperjuangkan bersama. Membangun kerukunan umat beragama, dalam berbagai bidang kehidupan, merupakan perwujudan iman Katolik yang konkrit dan aktual, sekaligus bentuk partisipasi umat Katolik dalam membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini,” tandasnya.

BACA JUGA:  Mitra10 Kembali Menggelar Late Nite Sale Di Awal Tahun 2022
Administrator Apostolik Keuskupan Tanjungkarang Mgr Yohanes Harun Yuwono bersama Ketua FKUB Provinsi Lampung Dr. Moh. Bahruddin, M.A.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Lampung Dr. Moh. Bahruddin, M.A., menegaskan tujuan Anjau Silau ini.

“Tujuan Anjau Silau ini untuk merajut kebersamaan dan merawat kerukunan para pengurus FKUB. Selain itu untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga keagamaan agar para tokoh agama selalu memiliki energi positif, mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan sesama dalam meraih kesolehan sosial dan spritual,” ujar ketua FKUB Dr. Bahruddin.

Dr. Bahruddin menjelaskan filosofi penggiliran Anjau Silau dimulai dari tokoh agama sebagai perekat kerukunan dan kebersamaan dalam perbedaan.

Dia menegaskan FKUB akan terus menggelorakan kerukunan di tengah perbedaan agama masing-masing dan berusaha untuk terus mencari titik temu. Sesuatu yang berbeda, biarkan berbeda, tak boleh dipaksakan.

“Masalah ritual adalah kebebasan masing masing agama, sedangkan untuk masalah sosial, mari kita bersama sama, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Jadilah perekat kerukunan di tengah keberagaman, sebab potensi untuk tidak rukun itu ada, ada gesekan sedikit bisa bekobar walau bukan masalah agama,” tambahnya.

Menurutnya, masalah agama sangat sensitif, di satu sisi dapat berfungsi sebagai kekuatan integratif, namun pada sisi lain dapat juga merupakan kekuatan disintegratif.

Agama lanjut Dr. Bahruddin mampu menciptakan ikatan atau kohesi kelompok masyarakat dan pada saat yang sama juga mampu menciptakan pemisah dari kelompok lain.

“Kalau kita sering bertemu ada hasil dari kebersamaan dalam upaya penyamaan persepsi pemeliharaan dan toleransi kerukunan umat beragama yang nantinya disampaikan kepada umat kita masing masing, untuk mewujudkan apa yang diinginkan pendiri negara ini, Indonesia yang damai, rukun gemah ripah lohjinawi,” pungkasnya.

Para anggota Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang bersama Mgr Yohanes Harun Yuwono.

Pada tempat yang sama Ketua Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang Romo Philipus Suroyo, Pr., mengatakan bahwa Anjau Silau ini menjadi bentuk nyata penguatan moderasi beragama.

BACA JUGA:  Telkomsel Luncurkan Fita, Aplikasi Untuk Mendorong Masyarakat Hidup Sehat dengan Membangun Kebiasaan Baik

“Bentuk komitmen menjaga, merawat kerukunan beragama untuk kedamaian, kerukunan, dan persaudaraan. Kerukunan adalah kebutuhan, panggilan hidup dan panggilan perutusan untuk perdamaian. Semua orang menjadi duta-duta kerukunan, duta-duta damai,” tegas Romo Roy.

Selain dihadiri pengurus FKUB Provinsi Lampung, Anjau Silau ini juga dihadiri tamu undangan lain diantaranya; Vikjen Keuskupan Tanjungkarang Romo Yohanes Samiran, SCJ, Sekretaris Keuskupan Tanjungkarang Romo Kornelius Anjarsi, Pr., Bimas Katolik Provinsi Lampung dan Kota Bandarlampung. Selain itu para Pastor Kepala Paroki di Bandarlampung, Pimpinan Suster HK Telukbetung, Pimpinan Komunitas Suster CB Tanjung Senang dan Pimpinan Suster Alma Bandarlampung. Hadir pula Ketua Komsos Keuskupan Tanjungkarang Romo Alexander Pambudi, SCJ., para Ketua Stasi paroki di paroki-paroki wilayah Bandarlampung. Turut diundang juga Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Lampung, Ketua Pemuda Katolik Lampung, Ketua PMKRI Bandarlampung dan Ketua DPD Vox Point Indonesia Provinsi Lampung.

Tema Anjau Silau: “Setia Menabur Benih Persaudaraan Sejati Menuai Kerukunan di Tengah Keberagaman.” Pada perjumpaan untuk merajut silahturahmi ini juga diisi dengan saling tukar informasi, menyatukan pandangan tentang upaya merawat kerukunan di Provinsi Lampung.***

Editor : Robertus Bejo

Komentar

News Feed