METRO, ALTUMNEWS.com — Panitia Natal Bersama 2021 Forum Kerja Sama Antar Gereja (FKSAG) Kota Metro menggelar bakti sosial.
Kegiatan tersebut berupa penanaman 5.000 bibit alpukat. Penanaman berlangsung pada Kamis (16/12/2021).
FKSAG merupakan forum yang mempertemukan berbagai denominasi gereja di Kota Metro. Karena itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kolaborasi lintas agama dan masyarakat.
Penanaman Bibit Alpukat Libatkan Warga
Panitia memusatkan penanaman di Metro Selatan. Mereka menanam bibit di sejumlah lokasi.
Lokasi tersebut meliputi pekarangan warga, rumah ibadah, pondok pesantren, dan 22 gereja di Kota Metro.
Selain itu, kegiatan melibatkan masyarakat dan perangkat RT/RW. Komunitas gereja, pamong kelurahan, kecamatan, kelompok tani, dan kelompok wanita tani juga ikut serta.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) turut memberikan bimbingan teknis. Dinas tersebut juga memberikan dukungan dalam kegiatan penanaman.
Ketua FKSAG Kota Metro, Pdt. Egidius Paulando Tisra M, menjelaskan proses penanaman. Menurutnya, panitia memulai kegiatan pada 30 November 2021.
“Penanaman pohon ke-4.981 hingga pohon ke-5.000 kami laksanakan hari ini di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan,” jelas Egidius kepada Altumnews.com, Kamis (16/12/2021).
Libatkan Tokoh Lintas Agama
Egidius mengatakan penanaman juga melibatkan berbagai unsur masyarakat. Forkopimda, FKUB, MUI, camat, lurah, serta tokoh agama ikut berpartisipasi.
Selain itu, donatur melalui Jaringan Doa Sekota (JDS) turut mendukung kegiatan tersebut.
“Penanaman pohon ke-4.981 hingga pohon ke-5.000 yang dilaksanakan hari ini melibatkan Forkopimda, FKUB, Majelis Ulama Indonesia, donatur melalui JDS, camat, lurah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujar Egidius.
Menurut Egidius, tanaman alpukat memiliki manfaat jangka panjang. Ia berharap program tersebut dapat menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, ia berharap tanaman alpukat dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga Metro Selatan.
Wali Kota Metro Apresiasi Aksi FKSAG
Wali Kota Metro dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG (K), mengapresiasi aksi tersebut. Menurutnya, kegiatan FKSAG menunjukkan kuatnya kerukunan lintas agama.
“Pada aksi penanaman 5 ribu ini kita harus jaga. Inilah bukti bahwa kita bisa bersama,” tutur Wahdi.
Ia juga mengajak umat lintas agama menunjukkan kasih melalui tindakan nyata. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat memperkuat persaudaraan.
“Kiranya seluruh umat kaum beriman lintas agama dapat saling menunjukkan kasih melalui aksi nyata persaudaraan sejati,” ujarnya.
Tanam Pohon Jadi Wujud Kerukunan
Wahdi menilai keterlibatan masyarakat lintas agama memperlihatkan kerukunan di Kota Metro. Karena itu, ia berharap semangat tersebut terus berkembang.
“Tidak ada perbedaan apa pun ketika kita melaksanakan kebaikan-kebaikan,” jelas Wahdi.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Metro Sujino menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas agama sangat penting bagi persatuan.
“Ini hal yang sangat baik dalam rangka menjalin kerukunan. Kita tidak membedakan latar belakang agama. Ini untuk NKRI,” kata Sujino.
Perawatan Bibit Berlanjut
Program FKSAG tidak berhenti setelah 5.000 bibit alpukat tertanam. Panitia juga menyiapkan tahap pemeliharaan dan perawatan.
Proses tersebut membutuhkan waktu panjang. Sebab, alpukat merupakan tanaman tahunan yang rentan terhadap hama dan penyakit.
Karena itu, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan petugas monitoring DKP3 memiliki peran penting. Mereka akan membantu memantau pertumbuhan tanaman.
FKSAG juga menyatakan dukungan terhadap proses monitoring. Selain itu, gereja akan memberikan penghargaan bagi warga dan PPL dengan tanaman terbaik.
Penghargaan tersebut rencananya diberikan pada peringatan Natal tahun berikutnya.
Jadi Program Pelayanan Berkelanjutan
Monitoring tanaman juga menjadi bagian dari pelayanan FKSAG. Melalui program tersebut, gereja ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Kolaborasi itu melibatkan gereja, masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian, kegiatan penanaman tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan.
Lebih jauh, program tersebut memperkuat interaksi positif antarwarga. Kegiatan ini sekaligus mendukung misi Pemerintah Kota Metro dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan sejahtera.***





