oleh

LPPM Gelar Penyamaan Persepsi bagi 155 Reviewer

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar workshop Penyamaan Persepsi Reviewer Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung Tahun 2022. Kegiatan berlangsung di Hotel Bukit Randu, Kamis, 31 Maret 2022.

Ketua LPPM Lusmeilia Afriani, menyampaikan workshop kali ini diikuti 155 peserta terbagi atas 80 peserta reviewer penelitian dan 75 reviewer pengabdian kepada masyarakat pada pendanaan DIPA Unila tahun 2022.

Para reviewer merupakan perwakilan delapan fakultas yang jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya proposal yang masuk.

Menurut Lusmeilia, kriteria pemilihan reviewer didasarkan pada pengalaman mereka sebagai reviewer nasional yang sudah beberapa kali mendapatkan hibah nasional baik sebagai ketua maupun anggota, serta sudah beberapa kali mendapatkan hibah yang didanai DIPA Unila.

“Mereka juga sudah berpengalaman membuat kerja sama antaruniversitas, stakeholder, maupun pihak ketiga lainnya, serta beberapa di antaranya juga sudah mendapatkan paten. Itu beberapa kriteria reviewer yang terpilih pada tahun 2022,” ujarnya.

Selain diskusi, kata Lusmeilia, kegiatan rutin tahunan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sebagai reviewer penelitian dan reviewer pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahun ini pihak LPPM merekrut reviewer sesuai jumlah proposal yang masuk tahun ini yaitu untuk penelitian 749 proposal, dan pengabdian kepada masyarakat 496 proposal, sehingga totalnya berjumlah 1.245 proposal. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mendekati 1.500 proposal.

“Mungkin karena penerapan sistem tahun ini agak berbeda di mana jika peneliti tidak punya luaran sama sekali di tahun 2021 maka baik peneliti maupun anggotanya tidak bisa mengunggah proposal sebagai ketua,” kata Lusmeilia.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.S., saat mewakili rektor membuka acara mengungkapkan, persepsi reviewer merupakan kegiatan yang sangat penting karena reviewer memainkan peran sangat vital. Oleh karena itu, menjaga kualitas dan kecukupan reviewer menjadi hal yang sangat fundamental.

BACA JUGA:  Gelar Donor Darah, BI Lampung Kumpulkan Ratusan Kantong Darah

Secara singkat, komite penilaian dan atau reviewer berperan untuk melakukan desk evaluation atau initial screening proposal penelitian dan proposal pengabdian masyarakat yang masuk. Setelah itu, para reviewer melakukan evaluasi secara komprehensif terkait kelayakan proposal yang dinyatakan lolos desk evaluation.

Dengan demikian, seorang reviewer perlu menguasai beberapa pemahaman misalnya tentang kelayakan substansi, tingkat kesiapterapan teknologi (TKT), skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta sistematika penilaian.

Untuk itu dirinya berharap, para peserta sungguh-sungguh memiliki persepsi yang sama ketika mengevaluasi sebuah proposal. Proses evaluasi ini juga perlu didasarkan pada kode etik reviewer untuk selalu objektif, dapat dipercaya, serta mampu menjaga kerahasiaan.

“Secara singkat, para reviewer harus bekerja berdasarkan asas keterbukaan, keterlacakan, ketaatasasan, keadilan, dan ketepatwaktuan. Silakan manfaatkan forum ini untuk sepenuhnya berkomunikasi satu sama lain dan berbagi pengalaman dalam rangka penyamaan persepsi reviewer,” ujarnya.

Pada workshop tersebut panitia penyelenggara menghadirkan beberapa narasumber yakni Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si., Rudy, S.H.,LL.M.,LL.D., Prof. Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo. Kegiatan ini juga dihadiri dekan FT, dekan FMIPA, sekretaris LPPM, kapuslit, kasetra, dan para reviewer penelitian dan pengabdian.***

Komentar

News Feed