ALTUMNEWS.Com, JATIBARU – Unit Pastoral (UP) St. Paulus Jatibaru memperingati Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Santo Yusuf Jogja Baru, Desa Tri Harjo, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, Minggu (24/7/2022).
Sebelumnya, Dewan Pastoral (Depas) UP St. Paulus Jatibaru menggagas kegiatan tersebut. Kemudian, tiga stasi bergabung dalam peringatan itu. Ketiga stasi tersebut, yakni Stasi Jatibaru, Stasi Jogja Baru, dan Stasi Talang Jawa.
Selanjutnya, sekitar 200 kakek, nenek, lansia, dan umat Katolik dari tiga stasi hadir dalam kegiatan tersebut. Sebagai pembuka, mereka mengikuti Perayaan Ekaristi. Pada kesempatan itu, Pastor rekan UP St. Paulus Jatibaru, RD Yohanes Agus Susanto, memimpin perayaan.
Pesan untuk Kakek, Nenek, dan Lansia
Dalam homilinya, Romo Yohanes Agus Susanto menegaskan bahwa kakek, nenek, dan lansia bukan orang buangan. Karena itu, keluarga perlu merangkul dan memperhatikan mereka.
“Dalam masa tua pun mereka masih bisa berbuah, salah satunya ialah dengan berdoa,” kata Romo Yohanes Agus Susanto.
Menurutnya, para lansia memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga. Selain itu, mereka telah memberikan kehidupan, kasih, dan teladan kepada anak serta cucu.
“Berkat mereka kita semua ada. Semua seperti malaikat. Kehadirannya senantiasa membawa kenyamanan, ketenteraman, serta hadir dengan penuh kelembutan,” ujarnya.
Selanjutnya, Romo Yohanes mengajak anak dan cucu untuk peduli kepada para lansia. Dengan demikian, keluarga dapat menunjukkan perhatian dan kasih kepada mereka.
“Kita para anak dan cucu diajak untuk peduli dengan kehadiran mereka. Perlakukan mereka dengan cinta seperti mereka dulu menyayangi kita dengan penuh kasih sayang,” pungkasnya.
Pengobatan Gratis dan Pentas Seni
Setelah misa, panitia melanjutkan kegiatan dengan pengobatan gratis. Selain itu, sekitar 300 umat antusias menyaksikan pentas seni BIA/BIR Stasi Jogja Baru.
Sukiran, 78, merupakan umat Katolik Stasi Jogja Baru yang mengikuti pengobatan gratis. Karena itu, ia merasa senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang adanya pengobatan gratis ini. Semoga menjadi kegiatan yang berkesinambungan. Tahun depan ada lagi,” tutur Mbah Sukiran.
Sementara itu, Ketua UP St. Paulus Jatibaru, Ade Jamal, berharap panitia meningkatkan kualitas kegiatan pada tahun berikutnya. Selain itu, ia berharap kegiatan tersebut menjadi agenda rutin.
“Harapannya agar dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk Unit Paroki St. Paulus Jatibaru. Ke depannya, agar lebih baik lagi dan dikemas lebih menarik lagi,” kata Ade Jamal.
Makna Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia
Seperti diketahui, umat merayakan Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia setiap Minggu keempat bulan Juli. Selain itu, peringatan tersebut berdekatan dengan pesta Santo Yoakim dan Santa Ana.
Dalam tradisi Gereja, Santo Yoakim dan Santa Ana merupakan orang tua Santa Perawan Maria. Karena itu, umat juga mengenang keduanya sebagai kakek dan nenek Yesus.
Pada 2022, umat merayakan Hari Kakek, Nenek, dan Lansia Sedunia pada Minggu, 24 Juli. Dengan demikian, momentum tersebut mengajak keluarga semakin peduli kepada kakek, nenek, dan para lansia.***





