Renungan Harian Keluarga Jumat 2 September 2022

BKSN 20221,572 views

Tema: Puasa (Luk 5: 33-39)
Sub Tema: Aku Suka Berpuasa
(Fransiskus de Sales Widodo)

Tanda Salib
P: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U: Amin
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya

Pengantar
Para anggota keluarga yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kita kembali berkumpul untuk melanjutkan pendalaman iman dalam Bulan Kitab Suci Nasional. Kali ini kita akan membaca, mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan yang dikutip dari Injil Lukas 5:33-39. Penginjil Lukas mengisahkan bagaimana jawaban Yesus saat ditanya kenapa murid-murid-Mu tidak berpuasa, sementara murid-murid orang Farisi dan juga murid Yohanes berpuasa? Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa”. Kapan waktu yang tepat itu? Masa Puasa yang secara resmi ditetapkan Gereja adalah Prapaskah.

Doa Pembuka
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Tuhan Yesus Kristus, Gereja-Mu sebagai ibu dan guru mengajarkan bahwa puasa itu merupakan ungkapan tobat, dan sekaligus merupakan ulah doa yang hangat. Puasa sebagai ungkapan tobat dan ulah doa hanya ditujukan kepada Allah semata. Bantulah dan karuniakanlah kami kemampuan untuk berpuasa secara baik dan benar, sehingga puasa yang kami lakukan akan menghasilkan buah pertobatan sejati, yaitu semakin mengasihi Allah dan sesama. Doa ini kami mohonkan kepada-Mu karena Engkaulah yang berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan meraja sepanjang segala masa. Amin

Bacaan
Lukas 5:33–39
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas
U: Terpujilah Kristus

Renungan
Puasa adalah ungkapan tobat, dan sekaligus merupakan ulah doa yang hangat. Dalam tradisi Gereja, puasa merupakan ibadat yang penting, yang dilaksanakan umat sebagai persiapan untuk perayaan-perayaan besar, khususnya Paskah. Dalam tradisi Gereja, para katekumen berpuasa sebelum dibaptis. Mendampingi mereka, seluruh umat beriman juga berpuasa. Masa puasa yang secara resmi ditetapkan Gereja adalah Prapaskah. Tetapi, selama Masa Prapaskah itu hari puasa resmi hanya dua, yakni Rabu Abu dan Jumat Agung. Puasa Paskah harus dipandang keramat dan dilaksanakan dimana-mana pada hari Jumat Agung. Bila mungkin, puasa ini hendaklah diperpanjang sampai hari Sabtu Suci (KL. 110). Namun Gereja sangat menghargai warganya yang berpuasa penuh selama 40 hari menjelang Paskah meneladan cara berpuasa Musa, Elia dan terutama Yesus. Di samping itu, secara pribadi, umat Kristen disarankan untuk berpuasa pada hari-hari yang dipilihnya sendiri, sebagai ungkapan tobat dan laku tapa. Puasa ini juga bermanfaat untuk membangun semangat pengendalian diri dan menumbuhkan semangat setiakawan dengan sesama yang berkekurangan.

BACA JUGA:  Renungan Harian Keluarga Selasa, 6 September 2022

Di samping berpuasa, Gereja juga mempunyai kebiasaan berpantang. Pantang dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu bertepatan dengan hari raya gerejawi (KHK. 1251). Pada hari-hari puasa dan pantang umat Kristen meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian untuk berdoa, beribadat, melaksanakan ulah tobat dan karya amal (KHK. 1249). Kecuali itu Gereja juga menetapkan pantang selama satu jam sebelum kita menyambut Sakramen Mahakudus (PS. 10).

Ajaran Yesus tentang berpuasa sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 6:16-18, “Apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapatkan upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat 6:16-18).

Doa Umat
Doa umat ini dilakukan secara spontan seturut kebutuhan Gereja seperti:
1. Untuk Kepentingan Pemerintah
2. Untuk Kepentingan Gereja
3. Untuk Kepentingan Keluarga
4. Untuk Kepentingan Masyarakat
Dilanjutkan dengan Doa: “Doa Kasih” (PS. No. 24)

Bapa Kami
Marilah kita satukan segala ujub, doa, harapan dan segala keinginan kita dengan doa yang diajarkan oleh Sang Guru sejati. Bapa kami yang ada di surga …

Doa Penutup
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Ya Tuhan kami bersyukur kepada-Mu karena melalui Gereja-Mu Engkau mengajar agar kami berpuasa dengan baik dan benar. Berpuasa dan berpantang merupakan ulah rohani dan sebagai ungkapan tobat. Tolonglah agar kami rajin dan tekun berpuasa demi memperoleh buah ulah rohani dan sebagai ungkapan tobat kami. Semoga melalui kegiatan tersebut, semakin mendekatkan kami dengan-Mu dan juga dengan sesama kami. Ini kami mohon kepada-Mu karena Engkaulah yang berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus kini dan sepanjang masa. Amin

BACA JUGA:  Renungan Harian Keluarga Selasa, 13 September 2022

Mohon Berkat
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Ibadat kita sudah selesai, semoga kita sekalian dilindungi dan dibimbing oleh berkat Allah yang Mahakuasa Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.***