oleh

Renungan Harian Keluarga Sabtu, 3 Septembar 2022

Bacaan: Luk.6:1–5
(Ignasius Yudho Yuliono)

Tanda salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus selalu beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar
Saudara yang terkasih, hari ini Gereja memperingati Pesta St. Gregorius Agung, seorang Paus dan Pujangga Gereja.Beliau mempunyai ungkapan yang masih sangat relevan untuk zaman ini:”Mereka yang mentaati agamanya secara harafiah akan terjebak dalam kesalehan yang sempit”(Qui religioni suae literam obsequuntur, arcta pietate capientur).St. Gregorius Agung mengajak kita untuk menjadi orang beriman yang terbuka pada Allah bukan pada konsep-konsep aturan agama.

Doa Pembuka
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Allah Bapa yang Mahabijaksana, Engkau membimbing umat-Mu dengan kelembutan dan memimpinnya dengan kasih. Semoga dengan bantuan doa St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja, Engkau berkenan memberikan Roh Kebijaksanaan kepada mereka yang diserahi tugas memimpin umat-Mu, agar kemajuan umat kudus-Mu menjadi suka-cita abadi bagi para gembala-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin

Bacaan
Lukas 6:1–5
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas
U: Terpujilah Kristus

Renungan
Sering kali tanpa kita sadari, kita bertanya tentang sesuatu hal:“boleh atau tidak boleh”; atau “sah atau tidak sah” atau “dosakah atau tidak dosa” atau “halalkah atau najis”.Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa kita perpanjang lagi. Pertanyaan tersebut bersifat formal atau legalis. Kita menduga,jika kita melakukan suatu tindakan, yang penting sah secara hukum. Kita berdoa karena menuruti hukum Tuhan, hukum Gereja. Kalau tidak berdoa maka kita terkena sanksi dosa. Benarkah demikian? Doa adalah relasi, komunikasi dengan Tuhan. Disana ada kejujuran, ada kerendahan hati, dan lebih dari pada itu ada perjumpaan hati dengan Tuhan sendiri. Mari kita belajar dari St. Gregorius Agung: “Qui religioni suae literam obsequuntur, arcta pietate capientur” (”Mereka yang mentaati agamanya secara harafiah akan terjebak dalam kesalehan yang sempit”).

BACA JUGA:  Renungan Harian Keluarga Selasa, 6 September 2022

Doa Umat
Doa Kebijaksanaan(PS. No. 142)
Bapa Kami
Saudara-saudari terkasih marilah kita satukan seluruh doa dan permohonan kita dalam doa yang diajarkan Yesus sendiri. Bapa kami yang ada disurga…

Doa Penutup
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Allah Bapa kami yang Mahabijaksana, kami berterima kasih pada-Mu atas semua rahmat yang telah Engkau limpahkan pada kami. Semoga Engkau berkenan menjaga dan mengarahkan kami, seluruh hidup kami pada hari ini untuk dapat selalu hanya mencari kehendak-Mu. Demi Kristus pengantara kami. Amin.

Mohon Berkat
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita semua senantiasa dilimpahi dan dilindungi oleh berkat Allah yang Mahakuasa: Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Ibadat kita telah selesai marilah kita menjadi pewarta-pewarta kabar gembira Allah.
U: Syukur kepada Allah.***

Komentar