oleh

Renungan Harian Keluarga Selasa, 6 September 2022

Menjalani Proses Pembentukan
(Sr. M. Isabela, FSGM)

Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, selalu beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar:
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, dalam pertemuan doa keluarga hari ini, dikisahkan bahwa Yesus berdoa semalam-malaman sebelum memilih kedua belas murid. Mereka akan menjadi tokoh-tokoh penting di sekitar Yesus; menjadi tokoh-tokoh penting bagi pembentukan Gereja. Maka wajar jika kita mengira bahwa Yesus tentu akan memilih orang-orang yang sudah sempurna; orang-orang yang tanpa cacat dan cela. Namun ternyata Yesus memilih manusia biasa, yang penuh kelemahan, sama seperti kita. Namun dalam segala kelemahan, mereka bersedia menjalani proses pembentukan. Kita semua juga diundang untuk menjalani proses pembentukan dari hari ke hari.

Doa Pembuka
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Allah Bapa yang Mahabaik, sebelum memilih kedua belas murid, Yesus terlebih dahulu berdoa kepada-Mu. Ia memilih bukan orang-orang yang sudah sempurna, melainkan orang-orang yang mau disempurnakan, dengan menjalani proses pembentukan seumur hidup. Maka kami mohon, karuniakanlah pada kami ketekunan dan kesabaran dalam menjadi proses pembentukan itu, agar pada akhirnya kelak, kami dapat menjadi murid dan saksi Kristus yang setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, kini dan selama-lamanya. Amin

Bacaan
Lukas 6: 12 – 19
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas
U: Terpujilah Kristus

Renungan
– Gereja yang kita imani adalah Gereja yang dibangun berdasarkan iman para rasul. Para rasul dipilih oleh Yesus dan disiapkan oleh-Nya secara khusus. Sebelum memilih kedua belas rasul, Yesus naik ke gunung dan berdoa semalaman kepada Allah. Nampak jelas bahwa keputusan untuk memilih dua belas rasul merupakan perkara serius dan penting. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan, Yesus terlebih dahulu berdoa kepada Allah Bapa.
– Namun yang luar biasa adalah bahwa Yesus rupanya tidak memilih orang-orang yang sempurna. Mari kita lihat sekilas beberapa orang pilihan ini. Petrus menyangkal bahwa dia mengenal Yesus. Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan terhormat. Tomas meragukan kebangkitan Yesus. Yudas Iskariot mengkhianati dan menjual Yesus.
– Yesus tidak memilih orang yang sempurna, melainkan orang-orang yang mau menjalani proses penyempurnaan; mau menjalani proses dimana mereka diubah menjadi lebih baik dari hari ke hari. Semua murid Yesus mau menjalani proses itu. Maka setelah melakukan dosa dan kesalahan, mereka segera bertobat, kecuali Yudas Iskariot. Ketika mereka bertobat, mereka menjadi orang-orang yang luar biasa, yang dengan berani dan penuh kuasa mewartakan kebangkitan Tuhan. Mereka pergi ke mana-mana, bahkan sampai menyerahkan nyawa mereka, untuk bersaksi tentang Tuhan.
– Di sini kita belajar bahwa panggilan Allah pada kita juga tidak membuat kita otomatis menjadi manusia sempurna. Kita harus melewati proses pembentukan yang bertahap. Langkah demi langkah. Hari demi hari. Yang penting adalah bahwa kita bertekun dalam proses itu. Setiap kali jatuh, kita segera bertobat. Penting bagi kita untuk menjadi murid yang bersedia menjalani proses pembentukan itu, dan bukan menolaknya. Jika kita bersedia menjalani proses pembentukan, kita pada akhirnya juga akan menjadi saksi Kristus yang baik dan setia.

BACA JUGA:  Renungan Harian Keluarga Selasa, 13 September 2022

Doa Umat
Doa untuk Orang yang Tidak Setia pada Iman (PS No. 191)

Bapa Kami
Marilah kita satukan doa dan harapan kita dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Bapa kami yang ada di surga…

Doa Penutup
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Ya Bapa yang penuh kasih, kami bersukacita dan bersyukur karena Engkau senantiasa memberi kami kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Setiap kali kami jatuh dalam dosa dan kesalahan, Engkau selalu menerima kami kembali, serta memberikan kekuatan baru untuk bangkit dan berjalan bersama-Mu. Semoga kami bertekun dalam menjalani proses pembentukan yang Engkau kerjakan dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, kini dan selama-lamanya. Amin.

Mohon Berkat
P: Marilah kita mohon berkat dari Tuhan
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa:
Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.***

Komentar