oleh

Renungan Harian Keluarga Rabu, 07 September 2022

Panggilan Tuhan untuk Hidup Bahagia
(RP. Ignasius Supriyatno, MSF)

Tanda Salib dan Salam
P: Dalam Nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U: Amin
P: Semoga kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, selalu beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya

Pengantar
Kita memasuki hari ke-7 dalam Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2022 ini. Tema besar adalah Allah Sumber Harapan Baru; sedangkan tema hari ini: “Panggilan Tuhan untuk Hidup Bahagia”. Dalam kehidupan kita bersama, setiap saat dihadapkan kepada kita untuk menentukan suatu keputusan atas panggilan Tuhan: Bahagia atau Celaka? Dan jawabannya sangat jelas, tidak ada dari kita, satu pun yang memilih celaka! Namun mengapa seringkali yang terjadi dalam hidup bersama: tindakan melukai, merusak, menghancurkan, dan bahkan mematikan, yang diperlihatkan?

Doa Pembuka
Marilah kita berdoa,(hening sejenak)
Allah Bapa Sang Sumber Kehidupan. Engkaulah sumber hidup dan pengharapan bagi kami. Kami hendak kembali bersyukur, Engkau anugerahi kami waktu menerima panggilan untuk berbahagia. Melalui Sabda-Mu, kami menjadi mengerti bahwa hidup kami adalah sebuah panggilan. Panggilan untuk memilih bahagia daripada celaka. Semoga kami semua, umat-Mu, khususnya keluarga kami semakin dikuatkan oleh santapan Sabda-Mu dan menemukan di dalamnya sumber kehidupan. Berkatilah kami semua dalam permenungan hari ke 7 ini, sehingga kami siap sedia berbahagia karena Engkau, meski ada banyak situasi hidup kami yang dipenuhi dengan penderitaan dengan aneka kesusahan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Bacaan
Lukas 6:20–26
P: Semoga Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Inilah Injil Suci menurut Lukas
U: Terpujilah Kristus

Renungan
Setiap orang bila ditanya, apakah tujuan hidupnya? Kebanyakan dari kita menjawab, ingin BAHAGIA. Bahagia itu seperti apa? Masing-masing orang lalu mengungkapkan bahagia karena kaya, bahagia karena berhasil dalam pekerjaan, bahagia karena anak-anak yang hebat, bahagia karena jabatan atau status tertentu, dan lain sebagainya. Dan bila semuanya itu berubah sebaliknya, tidak lagi menjadi kaya, gagal dalam pekerjaan, anak-anak menjadi nakal dan tidak mudah diatur, jabatan dan status dihilangkan oleh orang lain, lalu orang menjadi CELAKA.

BACA JUGA:  Keuskupan Tanjungkarang Libatkan Pelajar Tanam Mangrove di Pantai Mahitam

Melalui Sabda Tuhan dalam Injil Lukas 6:20–26, kita diundang oleh Yesus untuk hidup bahagia. Tuhan Yesus memanggil kita untuk bahagia meski sedang menderita aneka kesusahan. Sebab Allah itu sumber bahagia sejati dan bukan hal semu lainnya. Sebagai murid Tuhan, kita belajar beriman. Di dalam iman kita, ada harapan setiap langkah hidup kita. Sebagai orang beriman, kita semakin menghidupi bahwa menjadi bahagia itu bukan KARENA tetapi WALAUPUN. Sebagaimana disebutkan di atas, ukuran bahagia itu karena kaya, berhasil dalam pekerjaan, anak-anak yang hebat, punya jabatan atau status yang tinggi. Mulai sekarang kita harus berani mengubahnya: dari karena menjadi walaupun. Walaupun tidak kaya, gagal dalam pekerjaan, anak-anak nakal dan tidak mudah diatur, jabatan atau status hilang, tetap bahagia. Itulah tandanya orang beriman.

Tuhan Yesus sudah meneladankan kepada kita, untuk sampai kepada Kemuliaan Paskah, melalui penderitaan dan kesengsaraan Jumat Agung.

Doa Umat
Spontan (sejauh diperlukan)
Doa untuk Jemaat Setempat (Puji Syukur No. 180)

Bapa Kami
Marilah kita satukan doa dan harapan kita dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Bapa kami yang ada di surga…

Doa Penutup
Marilah kita berdoa, (hening sejenak)
Allah Sang Sumber Harapan,terima kasih untuk firman-Mu hari ini. Sungguh kami sekeluarga semakin bahagia menjadi murid-murid-Mu. Setiap waktu, Engkau menaruh harapan kepada kami untuk tetap memilih bahagia walaupun situasi menuntut lain, dan acap kali tidak mudah untuk kami terima. Semoga kebiasaan kami melandaskan hidup keluarga dengan Sabda-Mu, menjadikan kami mampu menyikapi dan melewati aneka penderitaan dalam hidup. Kami tidak ingin celaka hanya karena ukuran yang kami pakai dalam hidup sehari-hari. Berkatilah kami untuk menjaga kebahagiaan yang Engkau anugerahkan kepada kami, dan mampukan kami untuk membagikannya kepada keluarga yang lain. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

BACA JUGA:  Khitanan Massal Lintas Agama PDKI Keuskupan Tanjungkarang dan Alumni SMP Xaverius Teluk Betung Perkokoh Kerukunan Umat Beragama

Mohon Berkat Tuhan
P: Marilah kita mohon berkat dari Tuhan
P: Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya
P: Semoga kita sekalian dilindungi, dibimbing dan diberkatioleh Allah
yang Mahakuasa:
Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U: Amin.***

Komentar