Dinas KPTPH Provinsi Lampung Gelar Gerakan Pangan Murah Pada Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-42

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung mengadakan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubenur, Bandar Lampung, Senin (21/11/2022).

Gerakan Pangan Murah ini diadakan dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-42 di Provinsi Lampung Tahun 2022.

Plt. Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi dalam sambutannya mengatakan
Gerakan Pangan Murah ini untuk mengantisipasi adanya gejolak harga bahan pangan di masyarakat seperti cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah dan telur ayam ras menjelang Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 1 Januari 2023.

“Gerakan Pangan Murah ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan bermutu dengan harga terjangkau,” kata Kusnardi.

Selain itu lanjut Kusnardi yang terpenting diadakannya Gelarakan Pangan Murah ini adalah dalam rangka pengendalian laju inflasi pangan.

“Gerakan Pangan Murah ini sebagai bentuk upaya Pemerintah melalui Dinas KPTPH Provinsi Lampung untuk menghadirkan bahan pangan murah dengan merangkul mitra tani dan peternak lokal sehingga masyarakat dapat memperoleh dengan harga lebih murah dari harga normal di pasaran,”pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung, Ir. Kusnardi dan Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung Ir. Bani Ispriyanto, M.M., saat mendampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat mengunjungi stan Gerakan Pangan Murah.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung Ir. Bani Ispriyanto, M.M.

“Gerakan pangan murah ini kan kita menyikapi terjadinya inflasi, sehingga kita di dalam inflasi ini pemerintah hadir, bagaimana pemerintah menyiapkan bahan-bahan pokok strategis yang itu dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari,” jelas Bani Ispriyanto kepada Altumnews.com di lokasi acara, Senin (21/11/2022).

Menurut Bani Ispriyanto pihaknya menyiapkan bahan pangan murah dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

“Jadi kita hadirkan di sini beberapa mitra Pemerintah Provinsi Lampung sebagai offtaker dalam stabilisasi pasokan dan pengendalian harga, seperti Bulog, Indoguna untuk daging beku, Pinsar Petelur Nasional, Ciomas, PT RNI, Asosiasi Petani Bawang Merah dan Asosiasi Petani Cabe, PT Domus, dan mitra lainnya.”

BACA JUGA:  Persatuan Komunitas Disabilitas Provinsi Lampung Gelar Rapat Pembahasan Program Kerja

“Ini kita kumpulkan dan undang ke sini untuk mereka menyiapkan 12 bahan pokok yang harganya bisa terjangkau oleh masyarakat, supaya ini bisa meringankan masyarakat,” papar Bani Ispriyanto.

Dikatakan Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Gerakan Pangan Murah ini dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-42

“Kebetulan memang momennya hari pangan sedunia sehingga kita pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Minimal masyarakat mendapatkan barang yang kualitasnya baik tapi dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.

Sebagai informasi adapun komoditi yang dijual pada Gerakan Pangan Murah di antaranya: Minyak Domus Rp13.000, gula putih kemas 1 kg Rp12.500, Tepung Terigu Rania Rp11.500, garam halus 250 gr Rp1.250, Beras Premium Rania 5 kg Rp57.500.

Kemudian, Beras Medium KPSH 5 kg Rp45.000, Beras Premium Beras Kita 5 kg Rp57.500, Tepung Terigu Bulog Rp10.500, Minyak Kita Rp13.000, Gula Manis Kita Rp13.500, Daging Rusuk Rp95.000.

Komoditi lainnya; Daging Paha Depan Super Rp110.000, Daging Rendang Rp110.000, Daging Rawon Rp110.000, Daging SOP Rp90.000, Hati Rp35.000.

Disediakan juga; Jantung Rp55.000, Paru Rp55.000, Daging Tongseng Rp75.000, Tulang Leher Rp40.000, Ayam Utuh Rp30.000, Telur 1 Kg Rp24.000, Cabe Merah Keriting 1 Kg Rp25.000 dan Bawang Merah 1 Kg Rp22.000.

Untuk diketahui, Stan Gerakan Pangan Murah ini juga turut dikunjungi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dan Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional Rinna Syawal, dan Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P., Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
mewakili Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan.***

Komentar