WR III Apresiasi Matching Fund Kedaireka Patriot Pangan Unila

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Yulianto, M.S., mengapresiasi kinerja tim Patriot Pangan Nasional Unila yang menjalankan program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022 dengan maksimal.

Ketercapaian program yang mengangkat tema “Peningkatan Produksi dan Peningkatan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional” itu, saat ini dilaporkan mencapai 92,08%.

“Ini pekerjaan luar biasa. Dana yang begitu besar bisa terserap dalam tiga bulan itu luar biasa. Kalau timnya tidak tangguh, saya kira akan sulit untuk menyelesaikan program ini,” ujar Prof. Yulianto saat memberi sambutan mewakili plt. Rektor Unila pada acara “Diseminasi dan Launching Program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022”.

Prof. Yulianto mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Dikti dan ketua Konsorsium Patriot Pangan yang memberi kepercayaan pada Unila melaksanakan Program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022.

Ia yakin dengan rentang waktu program yang berlangsung cukup panjang mulai 2022 hingga 2024, Fakultas Pertanian Unila bisa mengajak fakultas lain di lingkungan kampus untuk terlibat melakukan program ini.

Program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022 merupakan bagian dari konsorsium 13 perguruan tinggi negeri se-Indonesia yang dibentuk Juli 2022 lalu oleh Dirjen Dikti Kemendikbudristek RI yang menyusun program antisipasi potensi krisis pangan selama tiga tahun ke depan hingga 2024.

Konsorsium ini dipimpin Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dan anggota konsorsium lainnya kemudian ditunjuk untuk menjadi koordinator di wilayah masing-masing.

LPPM IPB University sebagai koordinator program kemudian mengumpulkan dan menginventarisasi program-program potensial penanganan potensi krisis pangan ini di masing-masing perguruan tinggi. Setelah program terinventarisir, program patriot pangan sebagai permulaan didanai dengan skema matching fund.

BACA JUGA:  Periode Satgas Nataru Berakhir, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagasel Sampaikan Apresiasi Ke Semua Pihak

Program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Unila berfokus pada pengembangan tanaman singkong di Lampung yang menjadi komoditas nomor 1 di Indonesia, serta potensi ayam pedaging dan petelur.

Adapun subkegiatan yang dilakukan yaitu Pendampingan Petani Singkong Dampak Dihapuskannya Pupuk Bersubsidi, Pencegahan dan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak melalui pakan berkualitas, status imunitas, dan biosekuriti.

Selanjutnya, Peningkatan Produksi Sapi Potong Melalui Rekayasa Ransum Berbasis Batang Singkong, serta Peningkatan Nilai Tambah Telur Ayam Ras melalui Pembuatan Telur Asin “Ayam Layer”.

Penanggung jawab kegiatan Matching Fund Kedaireka Patriot Pangan Unila Prof. Dr. Irwan Sukri Banua M.Si., berharap program ini dapat didukung berbagai pihak khususnya Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung.

Acara Diseminasi dan Launching Program Matching Fund Patriot Pangan Kampus Merdeka Tahun 2022 ditandai dengan penayangan video dan display produk yang disampaikan Dekan FP Prof. Irwan Sukri Banuwa, dilanjutkan dengan paparan setiap subtema kegiatan.

Acara ini diikuti seluruh anggota konsorsium, tim Patriot Pangan Konsorsium Sepuluh, jajaran pimpinan tingkat rektorat dan fakultas, mitra Patriot Pangan Unila dan lainnya.***

Komentar