Ikan Bukan Termasuk Jenis Daging Yang Dilarang Dimakan Umat Katolik Pada Masa Prapaskah, Ini Alasannya

ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Umat Katolik di seluruh penjuru dunia merayakan Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa Prapaskah. Di hari ini umat Katolik akan memulai masa berpantang dan berpuasa.

Masa pantang dan puasa ini dimulai di hari Rabu Abu selama 40 hari sampai Jumat Agung.

Pantang wajib dilakukan oleh orang yang sudah berusia di atas 14 tahun. Sedangkan puasa wajib dilakukan pada orang Katolik yang sudah berusia 18 tahun sampai 60 tahun.

Puasa wajib dilakukan pada Rabu Abu dan Jumat Agung. Namun diperbolehkan jika ingin berpuasa selama 40 hari sampai Jumat Agung. Puasa berarti makan kenyang satu kali.

Sedangkan pantang wajib dilakukan pada Rabu Abu dan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah sampai Jumat Agung.

“Konsep puasa dan pantang adalah mati raga, mematikan hawa nafsu ragawi/duniawi. Yang paling jelas adalah hawa nafsu makan,” kata Reverendus Dominus (RD) Yohanes Kurniawan Jati, Pastor rekan di Paroki Ratu Damai Telukbetung Bandarlampung saat berbincang dengan Altumnews.com di Pastoran Panjang, Bandarlampung, Selasa (21/2/2022).

Menurut Romo Jati, begitu panggilan akrabnya, Masa Prapaskah adalah masa retret agung umat beriman, masa pertobatan yang diisi dengan puasa, pantang dan matiraga.

“Masa ini disediakan Gereja bagi seluruh umat beriman untuk menyadari rahmat Tuhan yang menyelamatkan, terutama lewat kurban Kristus dan kebangkitan-Nya.”

“Pertobatan adalah sikap berbalik kembali kepada Tuhan. Artinya yang sebelumnya karena dosa manusia menjauh dan tidak memandang Tuhan, maka dengan pertobatan kembali memandang Tuhan dan berserah diri pada-Nya.”

“Tobat yang sejati adalah tobat yang terus menerus dan berbuah, sehingga tobat akan menghasilkan hati yang lebih bersih dan jernih, serta melakukan silih dengan lebih khusuk dalam berdoa (terutama bagi sesama) dan berbuat baik bagi orang lain.”

BACA JUGA:  Membangun Kerukunan Melalui Dialog Kerukunan Intern dan Moderasi Beragama Umat Katolik

“Usaha untuk setia dalam pantang dan puasa membuka ruang bagi penyadaran diri agar kita sisihkan rejeki dari Tuhan yang kita nikmati bagi orang lain dalam bentuk Aksi Puasa Pembangunan (APP),” tandas Romo Jati.

Ikan tidak dalam klasifikasi daging

Dalam Tradisi Gereja Katolik pantang daging pada hari Jumat, sebuah tradisi yang dinilai Gereja memiliki sifat yang suci.

“Dari perjanjian lama, Taurat Musa dan Kitab Imamat. Darah membuat najis alias diharamkan maka orang dilarang makan darah dan ketika terkana darah harus disucikan bahkan ditahirkan ketika orang mengalami pendarahan (wanita melahirkan misal). Dari aturan besar ini, maka puasa melarang makan daging yang berdarah dari hewan berkaki empat dan dua. Sedang ikan tidak tergolong hewan berdarah. Tentang hewan yang diharam taurat ada di Imamat 11,” jelas Romo Jati.

Menurut Romo Jati, daging dipandang makanan yang lezat sehingga dipantang saat puasa. Daging yang dimaksud berasal dari hewan darat. “Sedang hewan di air tidak termasuk yang dipantang!” tutup Romo Jati.***