ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Komunitas film Lampung kembali mencuri perhatian lewat film Sukmailang.
Genia Visinema menggarap film layar lebar tersebut. Rumah produksi itu lahir dari Komunitas Film Indie Pesawaran.
Sejak awal, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi. Perhatian muncul saat tim membuka open casting.
Antusiasme kembali terlihat saat tim merilis poster. Penonton juga menunjukkan ketertarikan ketika trailer film hadir.
Kini, distributor film dari luar negeri melirik karya tersebut. Mereka menyiapkan penayangan Sukmailang di Singapura, Malaysia, dan Brunei.
Sukmailang Tembus Pasar Tiga Negara
Tim produksi menandatangani kontrak dengan distributor di Jakarta. Setelah itu, mereka mengirimkan materi film kepada distributor.
Selanjutnya, tim menunggu konfirmasi jadwal tayang. Langkah tersebut membuka peluang baru bagi sineas Lampung.
Dengan capaian itu, Sukmailang menunjukkan perkembangan komunitas film daerah. Karya lokal kini mampu menarik perhatian pasar internasional.
Rizqon Agustia Fahsa Pilih Genre Horor
Sutradara Rizqon Agustia Fahsa kembali menggarap film layar lebar. Kali ini, ia memilih genre horor mencekam.
Sebelumnya, Rizqon menggarap “Ayudia dan Jalan Pulangnya”. Film tersebut mengangkat kisah drama keluarga.
Kemudian, ia membuat “Hikayat Pendekar Khakot”. Film kedua itu menghadirkan cerita action laga.
Kini, Rizqon menghadirkan warna berbeda melalui Sukmailang. Ia mengangkat kisah fiksi tentang hilangnya seorang pendaki.
Sukmailang Mulai Tayang di CGV Lampung
Film Sukmailang mulai tayang pada 16 Maret 2023. Penonton dapat menyaksikannya di CGV Lampung.
Jadwal penayangan perdana dimulai pukul 13.00 WIB. Antusiasme penonton juga terlihat sejak masa presale.
Lebih dari 1.000 orang membeli tiket untuk hari pertama dan kedua.
Selain itu, film Sukmailang telah memperoleh STLS dari Lembaga Sensor Film. LSF menetapkan kategori penonton untuk usia 13 tahun ke atas.
Kru Sukmailang Hadapi Kejadian Mistis
Proses produksi Sukmailang menghadirkan cerita menarik. Salah satu pemerannya, Deddy Sulaimawan, mengungkap pengalaman tersebut.
Deddy dikenal sebagai influencer dengan akun @travelbydeddy_. Ia mengaku tim sempat menghadapi berbagai kejadian mistis.
Bahkan, kejadian tersebut sempat membuat tim mempertimbangkan kelanjutan produksi. Beberapa pengalaman muncul saat kru menjalani syuting tengah malam.
Deddy dan sejumlah pemain mengaku mengalami gangguan mistis. Mereka merasakan pengalaman tersebut di beberapa lokasi yang dianggap angker.
“Setelah beberapa perdebatan, pada akhirnya kami memutuskan menyelesaikan shooting,” jelas Deddy dalam siaran pers, Minggu (12/3/2023).
Menurut Deddy, seluruh pemain dan kru saling mendukung. Mereka juga terus menguatkan satu sama lain.
Karena itu, tim akhirnya menyelesaikan seluruh proses produksi. Mereka tetap menjaga kekompakan hingga proses syuting berakhir.
Sukmailang Angkat Misteri Pendaki Hilang
Sukmailang mengangkat cerita fiksi tentang hilangnya seorang pendaki. Tim produksi mengambil seluruh lokasi syuting di Lampung.
Salah satu lokasi utama berada di Gunung Sukmailang, Kabupaten Pesawaran.
Cerita kemudian membawa penonton mengikuti misteri di kawasan pegunungan. Unsur horor menjadi daya tarik utama film tersebut.
Sementara itu, tim membuka casting secara umum. Masyarakat pun mendapat kesempatan untuk mengikuti proses seleksi pemain.
Sejumlah aktor dan aktris ikut memperkuat cerita. Mereka antara lain Deddy Sulaimawan, Vikrad Malaz Madwar, Muktar Kelana, dan Humaidi Abas.
Selain itu, Biavi Sazili, Sela Dwi Putri, Nabila Utami, dan Bagas Satria Wijaya ikut bermain.
Meira Wulandari Yusuf, Enok Euis, Marta Sarnando, dan Surni Yusmareta juga bergabung dalam film.
Sukmailang Bawa Nama Lampung ke Luar Negeri
Kehadiran Sukmailang menjadi kabar positif bagi perfilman Lampung. Komunitas lokal kini mampu menghasilkan film layar lebar.
Lebih jauh, karya tersebut menarik perhatian distributor internasional. Penayangan di Singapura, Malaysia, dan Brunei menjadi langkah penting.
Dengan demikian, Sukmailang tidak hanya membawa cerita horor dari Lampung. Film ini juga membawa nama sineas daerah ke pasar yang lebih luas.
Tim produksi berharap Sukmailang terus berkembang. Mereka juga menargetkan pasar nasional dan internasional.***





