ALTUMNEWS.Com, JAKARTA — Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional III berlangsung meriah. Acara berlangsung di Ancol Beach City International Stadium, Jakarta Utara, Sabtu (28/10/2023).
Rangkaian pembukaan dimulai dengan defile delegasi dari 38 provinsi. Peserta datang dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua Selatan.
Setiap kontingen membawa identitas daerah melalui lagu khas provinsi masing-masing. Karena itu, suasana stadion terasa semakin meriah.
Para hadirin ikut bergoyang dan berdendang mengikuti alunan lagu. Selain itu, setiap kontingen mengenakan pakaian adat daerah.
Warna-warni busana tersebut menambah semarak acara. Dengan demikian, suasana pesta dan kegembiraan terasa kuat sejak awal pembukaan.
Pesparani III Bawa Pesan Kebangsaan
Ketua Panitia Penyelenggara Pesparani III, Sebastian Salang, menyampaikan pesan kebangsaan dalam sambutannya.
Menurut Sebastian, Pesparani III hadir pada momentum tahun politik. Saat itu, masyarakat menghadapi persaingan antarpeserta pemilu dan partai politik.
Namun demikian, Sebastian mengingatkan bahwa persaingan politik tidak boleh merusak persatuan. Demokrasi tetap harus berjalan bersama semangat menjaga Pancasila.
“Kita semua dari Sabang sampai Merauke jangan pernah lelah menjaga Pancasila, UUD 1945 dan kebhinekaan,” kata Sebastian.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga menekankan pentingnya merawat kebinekaan.
“Seluruh rangkaian acara ini disaripatikan dalam tema Kebersamaan dalam Keberagaman,” ujarnya.
Pesparani Jadi Ruang Iman dan Budaya
Menurut Sebastian, Pesparani tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan. Ajang tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat budaya dan rasa kebangsaan.
“Kita berharap seluruh kekuatan bangsa ini betul-betul dirajut dan dimanfaatkan untuk pembangunan bangsa,” katanya.
Karena itu, Sebastian menilai Pesparani III memiliki arti penting bagi Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam satu semangat persaudaraan.
“Pesparani III menjadi momen yang sangat berharga. Bukan hanya menjadi momen iman, tetapi juga momen budaya sekaligus momen kebangsaan,” tandasnya.
38 Provinsi Ikuti Pesparani III
Pesparani Katolik Nasional III berlangsung pada 27 Oktober hingga 1 November 2023. Dalam gelaran tersebut, panitia menghadirkan 14 bidang lomba.
Sebanyak 6.883 orang mengikuti kegiatan ini. Mereka datang dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, Pesparani Katolik Nasional III tidak hanya menjadi ajang seni dan musik liturgi. Kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan untuk memperkuat kebersamaan dalam keberagaman.***





