ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG — Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Dr. Agus Nompitu, S.E., M.T.P., memberikan rekomendasi kepada Gubernur terpilih Lampung untuk menghadapi tantangan ekonomi dan keuangan daerah.
Kondisi Ekonomi Lampung: Tantangan dan Peluang Perekonomian Indonesia dan Provinsi Lampung menunjukkan tanda pemulihan pasca-pandemi. Namun, pertumbuhan ekonomi Lampung masih berada di bawah angka nasional. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Lampung diprediksi akan tumbuh sekitar 4,81%, meskipun sektor industri pengolahan dan perdagangan menunjukkan pemulihan yang signifikan. Sektor pertanian, yang menjadi andalan Lampung, mengalami kontraksi dengan prediksi pertumbuhan negatif -1,49% hingga -1,71%.
Daya beli masyarakat juga menjadi sorotan, dengan inflasi yang cenderung menurun, mencerminkan potensi penurunan aktivitas ekonomi. Di tengah kondisi ini, tantangan besar bagi Gubernur terpilih adalah bagaimana mengelola defisit keuangan daerah yang memburuk serta memperbaiki ketergantungan pada dana transfer pusat.
Rekomendasi Strategis ISEI untuk Gubernur Baru Ketua ISEI Cabang Lampung, Dr. Gusnom, menyampaikan sejumlah rekomendasi penting yang diharapkan dapat membantu perekonomian Lampung pulih dan berkembang lebih baik di masa depan.
1. Perbaikan Pengelolaan Keuangan Daerah
- Salah satu masalah utama yang dihadapi Lampung adalah defisit keuangan yang semakin memburuk. Pemprov Lampung harus fokus pada pengurangan ketergantungan pada dana transfer pusat dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Mengoptimalkan potensi lokal untuk hilirisasi komoditas seperti kopi, singkong, dan kelapa sawit dapat menciptakan produk bernilai tambah, membuka lapangan kerja, serta menarik investasi.
2. Diversifikasi Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur
- Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian, Dr. Agus menekankan perlunya diversifikasi ekonomi dengan fokus pada penguatan sektor industri pengolahan, pariwisata, dan jasa.
- Pembangunan infrastruktur strategis seperti energi terbarukan, telekomunikasi, dan infrastruktur jalan yang berkualitas akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
3. Investasi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif
- Salah satu langkah untuk meningkatkan perekonomian adalah menarik investasi yang dapat menciptakan lapangan kerja baru. Dr. Agus mengusulkan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki multiplier effect pada sektor-sektor lain.
- Sektor industri pengolahan juga perlu didorong dengan pembangunan kawasan industri yang mendukung produk lokal.
4. Peningkatan Kesejahteraan Petani dan UMKM
- Dalam menghadapi ketidakpastian harga komoditas seperti singkong dan kopi, Gubernur baru diharapkan dapat menyusun kebijakan yang melindungi petani dan memastikan kesejahteraan mereka.
- Dukungan kepada UMKM juga penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menciptakan peluang usaha di seluruh daerah.
5. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
- Pembangunan yang berkelanjutan harus menjadi fokus utama, di mana pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara bijaksana dengan prinsip pelestarian lingkungan, sesuai dengan konsep sustainable development.
Tantangan Global dan Defisit Keuangan Ke depan, perekonomian Lampung juga dihadapkan pada tantangan global, termasuk ketidakpastian akibat konflik internasional dan kebijakan global yang dapat mempengaruhi nilai tukar dan suku bunga. Ditambah dengan pemotongan dana transfer pusat, potensi kontraksi ekonomi daerah dapat semakin besar.
Pemerintah Provinsi Lampung juga perlu fokus pada pengelolaan keuangan yang lebih efisien, terutama dalam hal defisit keuangan yang terus meningkat. Mengoptimalkan pendapatan daerah melalui diversifikasi dan industrialisasi sektor-sektor potensial menjadi langkah penting.
Kesimpulan dan Harapan Dr. Gusnom menekankan bahwa kepemimpinan yang kompeten, efisien, dan inovatif sangat dibutuhkan oleh Gubernur baru Lampung untuk mengatasi tantangan ini. Ia berharap Gubernur terpilih dapat menyusun kebijakan yang berfokus pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
“Semangat baru dalam kepemimpinan akan menjadi katalisator untuk perubahan positif dan pembangunan Lampung yang lebih baik ke depannya,” pungkas Dr. Gusnom menutup wawancaranya dengan Altumnews.com, Selasa (18/2/2025).***





