Menapak Jejak Sang Juru Kunci Mbah Basrowi dan Puncak-puncak Tersembunyi di Pegunungan Pesawaran

ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN — Di balik lebatnya rimba dan teduhnya kabut pagi di Pegunungan Pesawaran, terdapat kisah penuh makna dari seorang sosok tua yang akrab disapa Mbah Bas. Dikenal sebagai Juru Kunci Gunung Sukma Ilang, Mbah Basrowi (79), pria sepuh dari Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya telah menghabiskan puluhan tahun hidupnya menyusuri punggung-punggung gunung di kawasan Way Ratai.

Dalam sebuah pendakian santai menuju Puncak Leher Kambing bersama cucu-cucunya dan sejumlah pendaki lokal, Mbah Bas berbagi cerita tentang kecintaannya terhadap alam dan petualangan masa mudanya.

“Saya ini pecinta alam dari dulu, dari tahun 1966 saya sudah naik gunung ini sendirian,” ujar Mbah Bas sambil menatap hamparan pohon berbalut lumut di Pucak Gunung Leher Kambing 1616 mdpl, Sabtu (11/10/2025).

“Saya sudah menjejak banyak puncak di sekitar sini, seperti Puncak Tugu, Sri Menanti, Punggung Naga, Pematang Pete, Pantis, Pager Gunung, Way Ratai, Gunung Putih, sampai Gunung Bundar. Semua saya daki karena cinta alam dan untuk jaga badan tetap sehat,” ucapnya lagi.

Puncak Leher Kambing sendiri bukan hanya sekadar destinasi pendakian, namun juga menjadi titik refleksi akan hubungan manusia dan alam. Di puncak ini, Mbah Bas menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Baginya, hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan sumber kehidupan, kesejukan, dan ketenangan batin.

“Jangan dirusak hutannya. Walaupun kelihatannya liar, ini semua masih dilindungi. Kalau rusak, ya habis nanti pemandangan indahnya, air pun bisa putus. Itu sebabnya saya selalu bilang ke anak cucu: jaga, lestarikan, jangan dibabat,” tegasnya.

Mbah Bas juga mengajak para pendaki dan warga sekitar untuk turut serta menjaga hutan dengan tindakan nyata. Salah satunya, dengan meminta bantuan bibit tanaman kepada pemerintah untuk penghijauan kembali kawasan yang mulai gundul.

“Kalau ada yang bisa diajak kerjasama, minta saja bibit pohon. Pemerintah pasti bantu. Yang penting ada niat menjaga, bukan merusak,” tambahnya.

Pesan Lestari untuk Generasi Mendatang

Pendakian ke puncak-puncak Pegunungan Pesawaran memang menyajikan keindahan yang memukau, namun keindahan itu hanya akan bertahan jika manusia menjaganya. Mbah Basrowi adalah pengingat hidup bahwa hubungan dengan alam bukan hanya soal menikmati, tapi juga soal merawat.

Para pendaki dan penggiat alam pun diimbau untuk tidak hanya datang sebagai penjelajah, tetapi juga sebagai penjaga. Bawa turun sampahmu, jangan menebang sembarangan, dan ikut serta menanam jika bisa.

Dari puncak Leher Kambing, suara Mbah Bas menyatu dengan angin pegunungan, membawa pesan: “Kalau ingin air tetap mengalir dan hutan tetap hijau, jangan hanya menapaki puncaknya, jagalah akarnya.”***