Unila Gelar FGD Strategi dan Kurikulum Program Profesi Insinyur

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) terkait rencana strategis (renstra), visi-misi, dan pengembangan kurikulum Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai dua, Dekanat Fakultas Teknik (FT) Unila.

FGD dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang menyampaikan bahwa sejak menerima mandat pada 2016 dan memperoleh izin operasional pada 2018, PSPPI Unila telah menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung penguatan sumber daya manusia keinsinyuran.

“Capaian 1.150 mahasiswa dan alumni hingga angkatan ke-15 bukan sekadar angka. Sebaran lulusan PSPPI yang telah berkiprah sebagai Rektor, Dekan, Kepala Daerah, hingga direksi BUMN menjadi bukti nyata kontribusi program ini dalam pembangunan nasional, khususnya di Sumatra bagian Selatan,” ujar Suripto.

Ia menegaskan bahwa perubahan cepat di dunia industri menuntut PSPPI untuk adaptif. Peninjauan renstra, visi, dan misi melalui FGD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis merespons tantangan industri yang semakin kompleks dan dinamis.

FGD dihadiri Ketua Forum Komunikasi Program Profesi Insinyur (Forkom PPPI), Dr. Ir. Taufik Nur, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., IPU., para pimpinan fakultas, Ketua Program Studi PSPPI, Ketua Tim Renstra, narasumber, pemangku kepentingan, serta alumni.

Diskusi fokus pada sejumlah isu strategis, antara lain pengembangan kurikulum 24 SKS, baik untuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) maupun jalur Reguler. Kepatuhan terhadap regulasi, khususnya Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2022, juga menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan PSPPI.

Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fokus lain, seiring dukungan 16 dosen bersertifikat Insinyur Profesional dengan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Dengan dukungan tersebut, tujuh mata kuliah inti PSPPI diharapkan dapat disampaikan dengan standar mutu tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri.

Melalui sinergi akademisi dan praktisi dalam FGD ini, Unila berharap dapat merumuskan kurikulum PSPPI yang aplikatif secara teknis, visioner, serta mampu mencetak insinyur profesional yang beretika, kompetitif, dan siap menjawab tantangan pembangunan nasional.***