Menko Pangan Zulkifli Hasan mempercepat distribusi pupuk dan mendorong produksi beras naik 8 persen dalam Rembuk Tani di Lampung Selatan.
ALTUMNEWS.Com, LAMPUNG SELATAN -– Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan sektor pupuk sebagai kunci utama untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri forum “Rembuk Tani” di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Dalam forum itu, Zulkifli secara langsung menjelaskan hambatan distribusi pupuk subsidi yang selama ini mengganggu produktivitas petani. Ia menilai birokrasi berlapis sebelum 2024 memperlambat penyaluran pupuk ke lapangan.
“Pupuk sering datang terlambat, bahkan mendekati panen. Serapannya hanya sekitar 6 juta ton karena aturannya berputar-putar,” ujar dia.
Pemerintah Pangkas Jalur Distribusi
Pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Presiden tentang distribusi pupuk subsidi untuk memangkas rantai distribusi. Aturan baru ini memungkinkan produsen menyalurkan pupuk langsung ke petani tanpa prosedur panjang.
Langkah tersebut langsung meningkatkan serapan pupuk menjadi 9,5 juta ton. Zulkifli menyebut peningkatan ini ikut mendorong produksi beras nasional.
“Produksi beras naik sekitar 8 persen, dari 30 juta ton menjadi 32,4 juta ton,” katanya.
Pemerintah Tetapkan Harga Gabah
Pemerintah juga menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk melindungi petani dari permainan tengkulak. Aparat di lapangan mengawasi kebijakan ini secara ketat.
Zulkifli menekankan peran Tentara Nasional Indonesia dalam mendukung program pangan, mulai dari pembukaan lahan hingga pengawalan distribusi.
“Tanpa TNI, kami sulit bergerak cepat,” ujarnya.
Realisasi Pupuk di Lampung
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi dan Panglima Kodam II/Sriwijaya Kristomei Sianturi turut menghadiri kegiatan tersebut.
Di Provinsi Lampung, penyaluran pupuk telah mencapai 274.476 ton atau 38,4 persen dari total alokasi 713.970 ton. Wilayah Sumatera mencatat serapan hampir 40 persen dari total distribusi nasional.
Target Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi untuk memperkuat ketahanan pangan. Indonesia sebelumnya mengimpor 4,5 juta ton beras, namun pada 2025 pemerintah mencatat surplus hingga 4,2 juta ton.
Melalui kunjungan ini, Zulkifli memastikan kebijakan pusat berjalan efektif di tingkat petani sekaligus mengukur dampak reformasi pupuk terhadap produksi pangan nasional.***





