ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Jaminan ketersediaan bahan bakar minyak kini menjadi prioritas utama bagi pemenuhan kebutuhan mobilitas harian masyarakat Sumatra. Secara konsisten, pihak otoritas energi terus melakukan langkah strategis demi menjaga kelancaran roda perekonomian di pintu gerbang pulau perpaduan ini. Langkah nyata tersebut hadir melalui sinergi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik, jajaran pimpinan tinggi kedua instansi langsung turun memantau kondisi riil di lapangan. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Patra Niaga Alimuddin Baso melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 11 Juni 2026. Rombongan pejabat tersebut juga menggandeng Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo, saat menyisir area kerja Integrated Terminal (IT) Panjang, Lampung.
Memantau Kesiapan Sarfas IT Panjang dan Pelayanan SPBU Bandar Lampung
Selain memeriksa kesiapan tangki timbun di IT Panjang, tim gabungan juga bergeser memantau salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandar Lampung. Para pimpinan memantau langsung proses pengisian bahan bakar ke kendaraan konsumen untuk melihat kualitas pelayanan operator. Melalui pengawasan melekat ini, BPH Migas dapat mendeteksi potensi kendala operasional yang mungkin menghambat pemenuhan hak konsumen di garda terdepan.
Oleh karena itu, Wahyudi Anas mengimbau seluruh elemen masyarakat agar memakai produk bahan bakar bersubsidi secara bijak. Konsumen mampu harus beralih menggunakan produk BBM non-subsidi agar kuota negara tidak jebol sebelum akhir tahun anggaran.
Komitmen Evaluasi Berkelanjutan demi Keandalan Stok Energi Regional
Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan bahwa kondisi stok dan ketahanan pasokan energi di wilayah Lampung berada pada level yang sangat aman. Pihak manajemen terus mengoptimalkan kinerja seluruh sarana dan fasilitas (sarfas) distribusi agar tidak terjadi kelangkaan pasokan di SPBU. Komitmen pemantauan digital secara real-time menjadi senjata utama Pertamina dalam mengawal pergerakan armada mobil tangki pengangkut BBM.
-
Aspek Pengawasan: Monitoring meliputi pengecekan volume tangki timbun, kualitas produk BBM, hingga sistem digitalisasi pencatatan transaksi SPBU.
-
Fokus Utama: Menjamin keandalan distribusi energi ke pelosok desa serta mencegah praktik penyalahgunaan BBM subsidi oleh pihak spekululan.
-
Akses Layanan: Masyarakat dapat mengadukan kendala distribusi atau mendapatkan info produk melalui saluran Pertamina Contact Center (PCC) 135.
Pada akhirnya, kegiatan peninjauan bersama ini sukses menghasilkan formula evaluasi yang adaptif untuk peningkatan kualitas pelayanan energi. Dengan sistem distribusi yang makin sehat, masyarakat Lampung dapat menikmati kemudahan akses bahan bakar tanpa perlu mengkhawatirkan isu kelangkaan. Maka dari itu, penguatan koordinasi lintas instansi ini menjadi bukti nyata negara hadir dalam mengamankan hajat hidup orang banyak.***





