ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Ribuan mahasiswa dan pelajar memadati Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Minggu (4/10/2026). Mereka mengikuti Seminar Nasional COUNFEST 2026 yang digelar Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unila untuk membahas dinamika ekonomi dan strategi membangun kemandirian masyarakat.
Seminar nasional tersebut menjadi puncak rangkaian Coop Education Festival (COUNFEST) 2026. Selain membahas ekonomi dan koperasi, Kopma Unila menghadirkan pakar, birokrat, akademisi, hingga kreator konten untuk memperkuat literasi keuangan generasi muda.
COUNFEST 2026 Gabungkan Literasi Keuangan dan Inspirasi
Sejak awal acara, suasana edukatif dan inspiratif langsung terasa. Tari Sigeh Pengunten membuka kegiatan sekaligus menyambut para tokoh dan tamu undangan.
Selanjutnya, antusiasme peserta semakin terasa saat panitia menggelar awarding session. Dalam sesi tersebut, COUNFEST memberikan penghargaan kepada pelajar berprestasi tingkat SMA yang mengikuti kompetisi dalam rangkaian kegiatan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila yang diwakili Drh. Madi Hartono, M.P., turut mengapresiasi antusiasme peserta muda.
“Peserta SMA yang menang dalam ajang kompetisi ini dapat menjadikannya sebagai modal berharga untuk masuk SNBP, jadi manfaatkanlah kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya demi masa depan,” tuturnya.
Karena itu, para pelajar tidak hanya melihat kompetisi sebagai ajang meraih penghargaan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari rekam jejak sekaligus bekal untuk melanjutkan pendidikan.
Kopma Unila Dorong Koperasi Berbasis Digital
Sementara itu, sesi berikutnya menghadirkan Ketua Umum KSP Kopdit Mekar Sai, Andreas Muhi P. Ia membahas strategi membangun koperasi yang tangguh melalui teknologi digital dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
Dalam paparannya, Andreas menekankan tiga aspek penting dalam membangun koperasi berkelanjutan. Pertama, koperasi harus menjaga kesehatan lembaga. Kedua, koperasi harus memberikan manfaat nyata bagi anggota. Ketiga, pengelola perlu menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Selain itu, Andreas menilai koperasi perlu menempatkan anggota sebagai pusat seluruh kegiatan strategis. Menurutnya, kepemimpinan yang berintegritas juga menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan koperasi.
“Kunci utama dari koperasi yang berkelanjutan adalah menempatkan anggota sebagai pusat dari seluruh kegiatan strategis serta menjaga kepemimpinan yang berintegritas,” ujar Andreas.
Pandangan tersebut kemudian mendapat dukungan dari Bunga Aulia, S.H., M.M., Widya Iswara Ahli Madya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung. Ia turut mendorong penguatan literasi perkoperasian bagi generasi muda.
Ferry Irwandi Bahas Ekonomi dan Kebijakan Publik
Tak hanya membahas koperasi, COUNFEST 2026 juga mengajak peserta melihat persoalan ekonomi dari perspektif kebijakan publik. Untuk itu, Founder Malaka Project, Ferry Irwandi, hadir dalam sesi sharing dan mengajak peserta berpikir lebih kritis.
Ferry membahas realitas kebijakan publik serta dampak ekonomi luas atau multiplier effect dari berbagai program strategis nasional. Salah satunya, ia membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kaitannya dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, peserta mendapat kesempatan melihat hubungan antara kebijakan pemerintah, aktivitas ekonomi, dan dampaknya terhadap masyarakat.
COUNFEST 2026 Perluas Ruang Belajar Ekonomi
Di sisi lain, Ketua Pelaksana COUNFEST 2026 menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pembina Kopma Unila, Dr. Pujiati, serta seluruh elemen Universitas Lampung yang mendukung kegiatan tersebut.
Melalui COUNFEST 2026, Kopma Unila ingin memperluas ruang belajar ekonomi bagi generasi muda. Dengan pendekatan tersebut, pembahasan ekonomi tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir melalui diskusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Selain itu, literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa dan pelajar. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat mengelola keuangan, melihat peluang usaha, dan mengambil keputusan ekonomi secara lebih bijak.
Kopma Unila Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi
Antusiasme ribuan peserta menunjukkan minat generasi muda terhadap isu ekonomi, koperasi, kewirausahaan, dan kebijakan publik. Bahkan, kehadiran peserta dari kalangan pelajar memperlihatkan bahwa literasi ekonomi semakin relevan sejak usia sekolah.
Karena itu, Kopma Unila berharap peserta membawa pengetahuan baru setelah mengikuti COUNFEST 2026. Selanjutnya, mereka dapat menerapkan wawasan tersebut untuk membangun kemandirian, mengembangkan potensi daerah, serta ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, Seminar Nasional COUNFEST 2026 menegaskan bahwa literasi ekonomi bukan hanya kebutuhan mahasiswa ekonomi. Sebaliknya, pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan sekaligus menciptakan peluang.
Dengan semangat tersebut, COUNFEST 2026 menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Melalui forum ini, Kopma Unila mendorong generasi muda agar lebih mandiri, berdaya, dan siap mengambil peran dalam perekonomian masyarakat.***





