ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Semangat kemanusiaan mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam gerakan donor darah lintas iman di Bandar Lampung. Melalui kegiatan ini, Keuskupan Tanjungkarang mengajak umat beragama, mahasiswa, dan komunitas sosial untuk berbagi kehidupan tanpa membedakan identitas.
Keuskupan Tanjungkarang meluncurkan gerakan tersebut di Asilo Hermelink, Gedungmeneng, Bandar Lampung, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Perayaan Puncak Arah Dasar Pastoral (Ardas) IX tahun 2026 sekaligus mengawali Tahun Ardas X tahun 2027.
Gerakan donor darah ini mengusung semangat Cinta Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan tersebut membuka ruang perjumpaan bagi masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, dan komunitas berbeda.
Perbedaan Menjadi Kekuatan untuk Menolong Sesama
Ketua Umum Perayaan Puncak Ardas IX, Marcus Budi Santoso, menilai keberagaman sebagai kekayaan yang perlu dirawat melalui tindakan nyata. Menurutnya, masyarakat dapat menunjukkan semangat persaudaraan dengan saling membantu.
“Kami ingin merayakan perbedaan sebagai kekayaan, dan saling berbagi, membantu tanpa membeda-bedakan golongan, suku,” ujar Marcus dalam siaran pers kepada Altumnews.com.
Pesan tersebut menjadi landasan gerakan donor darah lintas iman di Lampung. Sebab, kebutuhan darah tidak mengenal batas agama maupun latar belakang sosial. Setiap orang dapat membutuhkan bantuan orang lain pada saat tertentu.
Karena itu, kegiatan donor darah menjadi lebih dari sekadar aksi kesehatan. Gerakan ini juga mengajak masyarakat membangun kepercayaan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Mahasiswa dan Komunitas Ikut Menggerakkan Aksi Kemanusiaan
Peluncuran donor darah di Bandar Lampung melibatkan ratusan warga. Mereka datang untuk mendonorkan darah, menjalani pemeriksaan kesehatan, atau mengikuti layanan pengobatan gratis.
Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat. Di antaranya, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Lampung (Unila), STIE Gentiaras, dan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.
Selain mahasiswa, Orang Muda Katolik (OMK), organisasi kemasyarakatan Katolik, Komunitas Gusdurian Lampung, serta masyarakat umum turut berpartisipasi.
Keterlibatan berbagai kelompok tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan sosial. Sementara itu, kehadiran generasi muda membuka peluang bagi tumbuhnya budaya sukarela dan kepedulian kemanusiaan di lingkungan kampus maupun komunitas.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Komisi Kesehatan Keuskupan Tanjungkarang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melalui Unit Donor Darah (UDD) Lampung.
Kolaborasi ini membantu menghubungkan kepedulian masyarakat dengan kebutuhan layanan kesehatan. Dengan demikian, semangat solidaritas dapat menghasilkan manfaat nyata bagi pasien yang membutuhkan darah.
Keuskupan Tanjungkarang Perluas Gerakan ke Paroki-Paroki
Kepala Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Tanjungkarang, RD Piet Yoenanta, menjelaskan bahwa peluncuran tersebut menandai dimulainya gerakan donor darah serentak di wilayah Keuskupan Tanjungkarang.
Sebelumnya, Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmaja, telah mengajak paroki-paroki untuk mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
“Gerakan ini sudah dimulai melalui ajakan dan seruan moral kemanusiaan, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmaja, Uskup Tanjungkarang yang sebelumnya disampaikan ke paroki-paroki. Harapannya paroki-paroki menyambut dan merespons ajakan Bapa Uskup, tentu ini disesuaikan dengan kondisi setiap paroki,” ungkap RD Piet.
Keuskupan merencanakan pelaksanaan donor darah dalam beberapa gelombang. Pada gelombang pertama, panitia mencantumkan Paroki Bandarjaya, Paroki Metro, Paroki Gisting, dan Paroki Katedral Kristus Raja sebagai lokasi kegiatan.
Selanjutnya, Keuskupan mengajak paroki dan komunitas lain untuk bergabung dalam gelombang berikutnya. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan gerakan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi donor darah.
Pemeriksaan Kesehatan Pastikan Kelayakan Pendonor
Gerakan donor darah ini juga menyediakan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan tersebut melengkapi aksi donor darah sekaligus memperluas manfaat kegiatan bagi warga.
Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor menjalani registrasi dan verifikasi identitas. Tenaga medis kemudian memeriksa kondisi kesehatan mereka untuk memastikan kelayakan donor.
Ketua Komisi Kesehatan Keuskupan Tanjungkarang sekaligus Koordinator Gerakan Donor Darah, drg. Rosmini Sipayung, menegaskan komitmen timnya dalam mendukung program kemanusiaan Keuskupan.
“Tim Komisi Kesehatan siap mendukung program-program dan seruan Keuskupan,” tandasnya.
Melalui kerja sama dengan PMI dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini diharapkan membantu menjaga ketersediaan stok darah. Pada saat yang sama, masyarakat mendapat kesempatan untuk membangun kebiasaan saling peduli.
Ardas IX Dorong Solidaritas Melampaui Perbedaan
Keuskupan Tanjungkarang menempatkan gerakan donor darah sebagai salah satu wujud nyata tema Ardas IX, yaitu Cinta Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup.
Selain donor darah, rangkaian Perayaan Puncak Ardas IX tahun 2026 dan penyambutan Tahun Ardas X tahun 2027 mencakup kegiatan Pro Kasih atau Pro Kali Bersih. Keuskupan juga mengagendakan Misa Syukur yang bertepatan dengan tahbisan imamat.
Melalui rangkaian tersebut, Keuskupan mengajak umat untuk menerjemahkan nilai iman menjadi tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Gerakan donor darah lintas iman di Lampung membawa pesan bahwa kepedulian dapat menyatukan orang-orang dengan latar belakang berbeda. Ketika masyarakat bersedia saling membantu, perbedaan tidak lagi menjadi sekat, melainkan kesempatan untuk membangun persaudaraan.
Pada akhirnya, setetes darah dapat menjadi bentuk solidaritas yang nyata. Dari aksi sederhana ini, masyarakat dapat merawat kehidupan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Lampung.





