ALTUMNEWS.Com, TANGGAMUS — Tak semua keindahan mudah dijangkau. Di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, sebuah pantai menyimpan pesonanya dengan cara yang sederhana namun menantang. Namanya Pantai Pasir Putih, destinasi yang masih jarang tersentuh, seolah sengaja bersembunyi dari keramaian.
Untuk mencapainya, wisatawan harus bersiap sedikit berpetualang. Dari jalan utama pekon, akses menuju pantai terbilang ekstrem, dengan kontur jalan yang belum sepenuhnya bersahabat. Perjalanan belum berakhir ketika kendaraan berhenti, sebab pengunjung masih harus menyeberangi sungai kecil yang hingga kini belum memiliki jembatan. Justru dari situlah kesan alami Pantai Pasir Putih terasa sejak awal.
Tak heran jika tak banyak orang mengetahui keberadaan pantai yang kerap dijuluki surga tersembunyi ini. Namun bagi mereka yang berhasil sampai, pemandangan laut biru berpadu pasir putih halus menjadi hadiah yang sepadan dengan perjalanan.
Pantai Pasir Putih saat ini dikelola secara mandiri oleh warga setempat. Mansyur, salah satu penjaga pantai, menuturkan bahwa pengelolaan dilakukan secara sederhana namun penuh kepedulian.
“Pantai ini sekarang dikelola Rudin selaku pemilik pantai ini, dibantu dengan para pemuda di pekon ini,” ujar Mansyur saat ditemui Altumnews.com, Jumat (2/1/2026).
Untuk menikmati keindahan pantai ini, pengunjung cukup membayar Rp10 ribu per motor dan Rp20 ribu untuk mobil. Suasana pantai relatif sepi di hari biasa, namun mulai ramai pada waktu-waktu tertentu.
“Ramai setiap hari tertentu-tertentu saja, hari Minggu, hari liburan,” katanya.
Keindahan Pantai Pasir Putih terletak pada kesederhanaannya. Ombak yang bergulung perlahan, pasir putih yang bersih, serta pemandangan laut terbuka membuat siapa pun betah berlama-lama. Beberapa sudut pantai juga kerap dimanfaatkan sebagai spot memancing oleh warga maupun pengunjung.
“Yang menarik di sini ombaknya bikin betah, pasirnya putih, pemandangannya elok, cukup menarik lah, masih alami. Ada spot buat mancingnya juga,” tutur Mansyur.
Meski demikian, pengelola tetap mengingatkan pengunjung untuk berhati-hati, terutama saat kondisi ombak sedang tinggi.
“Kalau mandi atau berenang, kalau ombak terlalu gede kita larang. Takutnya hal-hal yang tak terduga. Selama ini sih belum pernah ada kejadian,” ujarnya.
Di balik keindahan yang masih perawan, terselip harapan sederhana dari warga. Mansyur berharap perhatian pemerintah daerah dapat menyentuh akses menuju pantai ini.
“Harapannya ke pemerintah daerah, infrastruktur jalan menuju ke pantai ini diperbaiki agar wisatawan bisa ramai berkunjung ke sini,” ucapnya.***





