Gubernur Lampung Dorong Sinergi Dunia Usaha dan Pemerintah di Musprov APINDO 2026

ALTUMNEWS.Com, BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Lampung. Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-8 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Senin (22/6/2026).

Gubernur menyebut Musprov APINDO Lampung menjadi momentum penting untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan. Forum ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui Musprov ini, kita berharap lahir program strategis lima tahun ke depan. APINDO menjadi mitra penting Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun daerah,” ujar Gubernur.

APINDO Lampung Jadi Mitra Strategis Pembangunan Ekonomi

Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi kekuatan utama ekonomi Lampung. Ia meminta potensi desa seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan dikelola lebih optimal agar menghasilkan nilai tambah.

Ia juga mendorong perubahan arah pembangunan ekonomi dari konsep trickle down effect menjadi bottom up economy. Pendekatan ini menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Industri harus inklusif. Kita ingin desa menjadi lebih kuat, produktif, dan memiliki nilai tambah,” tegasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen

Gubernur menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung masih bertumpu pada sektor pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Lampung tumbuh 5,58 persen (year on year) pada triwulan I 2026.

Sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi penopang utama pertumbuhan tersebut. Pemerintah juga mencatat peningkatan aktivitas investasi, perdagangan, dan daya beli masyarakat.

Selain itu, nilai ekspor Lampung pada Januari 2026 mencapai US$500,14 juta dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$411,47 juta.

Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Daerah

Gubernur Lampung menegaskan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah. Ia menyebut sekitar 80 persen nilai tambah ekonomi berasal dari proses pengolahan.

“Kita harus memperkuat hilirisasi. Produk pertanian Lampung harus kita olah agar memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru,” kata Gubernur.

Ia juga mendorong APINDO Lampung untuk memperkuat peran UMKM dan menarik investasi ke sektor pengolahan.

Penguatan SDM dan Ketahanan Pangan

Rahmat Mirzani Djausal juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, terutama protein.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan nasional. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“SDM unggul membutuhkan nutrisi yang baik. Lampung punya sumber protein besar, dan ini harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

APINDO Lampung Dorong Kolaborasi Dunia Usaha

Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian, menyebut Musprov ke-8 menjadi refleksi perjalanan dunia usaha dalam lima tahun terakhir. Ia mengingatkan bahwa dunia usaha sempat menghadapi tekanan berat saat pandemi Covid-19.

Namun, APINDO Lampung tetap bertahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan APINDO siap menjadi mitra strategis pemerintah.

“APINDO harus hadir sebagai mitra yang solutif, objektif, dan konstruktif,” ujar Ary.

Ia juga menyampaikan bahwa APINDO Lampung telah melaksanakan lebih dari 200 kegiatan, menjalin sekitar 50 kerja sama strategis, dan merealisasikan sekitar 90 persen program kerja.

Musprov APINDO Lampung Dorong Ekonomi Menuju Indonesia Emas

Musprov APINDO Lampung mengusung tema “Dengan Semangat Indonesia Incorporated, Indonesia Kuat, Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan komitmen dunia usaha untuk memperkuat ekonomi daerah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lampung juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berkontribusi dalam penguatan dunia usaha di Provinsi Lampung.

Musprov ini diharapkan menghasilkan kepengurusan baru dan program kerja yang memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan ekonomi Lampung ke depan.***