ALTUMNEWS.COm, PRINGSEWU — Pagi itu, Balai Pekon Wonodadi di Kecamatan Gadingrejo mendadak riuh oleh senyum para ibu. Saat ini, ribuan paket berisi telur, susu, hingga bihun jagung tersusun rapi di sudut ruangan. Hari itu menjadi moment berharga bagi keluarga rentan di Pringsewu untuk menerima uluran tangan pemerintah pusat.
Mengenai hal itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela hadir langsung membagikan bantuan pangan tersebut pada Jumat (17/7/2026). Jihan tampak menyapa para warga berpenghasilan rendah dengan senyuman hangat penuh empati. Kehadiran sang wakil gubernur membawa angin segar bagi upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Lampung.
Menjangkau 5.500 Keluarga Rawan di Dua Kabupaten
Lalu, Jihan membeberkan kabar baik mengenai kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Lampung. Badan Pangan Nasional menetapkan Lampung sebagai satu dari dua provinsi penerima program IPKP 2026. Melalui program prioritas ini, sebanyak 5.500 keluarga rawan pangan resmi mendapatkan bantuan pemenuhan gizi.
“Provinsi Lampung menerima alokasi bantuan untuk 5.500 kepala keluarga. Bantuan ini menyasar keluarga kelompok Desil 1,” kata Jihan Nurlela, Jumat.
Berikutnya, pemerintah membagi distribusi bantuan pangan ke Kabupaten Lampung Timur dan Pringsewu. Kabupaten Lampung Timur menerima alokasi untuk 3.300 keluarga di 11 desa sasaran. Sementara itu, Kabupaten Pringsewu mendapatkan jatah paket bantuan pangan gizi sebanyak 2.200 paket.

Isi Paket Lengkap: Fokus Tekan Stunting dan Isi Piring Warga
Selanjutnya, Jihan memperhatikan secara detail setiap item bahan makanan yang berada di dalam paket. Setiap keluarga penerima membawa pulang dua tray telur ayam segar grade A atau 20 butir. Petugas juga melengkapi paket dengan minyak goreng fortifikasi, susu kaya mineral, dan garam beryodium.
Selain bahan tersebut, warga menerima dua kemasan kacang hijau serta dua bungkus bihun jagung. Rangkaian bahan gizi ini bertujuan meringankan beban harian sekaligus menjaga daya tahan tubuh keluarga. Jihan menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci utama melahirkan generasi desa yang sehat.
Merajut Kemandirian Ekonomi Desa Lewat ‘Desaku Maju’
Kemudian, Wagub Lampung mengingatkan bahwa bantuan bahan pangan bersifat sebagai intervensi darurat sementara. Guna memutus rantai kemiskinan secara permanen, Pemprov Lampung memperkuat fondasi program Desaku Maju. Pemerintah daerah menggerakkan ekosistem pertanian desa lewat komoditas utama seperti padi, jagung, dan ubi kayu.
Di samping itu, Pemprov Lampung terus menyelaraskan program daerah dengan berbagai program strategis nasional. Langkah sinergis tersebut mencakup pengembangan Koperasi Merah Putih hingga program Makan Bergizi Gratis. Senyum warga Wonodadi menjadi simbol harapan baru bagi kebangkitan ekonomi desa di Lampung.***





