ALTUMNEWS.Com, PESAWARAN – Keindahan Air Terjun Lubuk Lau di Desa Way Sabu, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, tidak hanya menawarkan panorama alam yang memukau, tetapi juga melahirkan berbagai kisah yang beredar di kalangan pengunjung. Salah satunya datang dari Wawan Sah Raja Tihang, wisatawan asal Bandar Lampung, yang mengaku mengalami kejadian tak biasa saat berenang mendekati air terjun.
Wawan Sah atau biasa dipanggil dengan Bung WawanSah (BW) mengatakan dirinya memang gemar menjelajahi alam. Ia mengaku selalu mencari udara segar, suasana hutan, serta ketenangan setiap kali melakukan perjalanan.
Saat tiba di Air Terjun Lubuk Lau, pemandu wisata memberi tahu bahwa kolam di bawah air terjun memiliki kedalaman sekitar tujuh meter. BW kemudian memperkirakan jarak sekitar delapan meter dari batu tempatnya berdiri menuju area dekat air terjun masih sanggup ia tempuh dengan berenang.
“Saya berpikir jaraknya masih bisa dijangkau. Karena memang sudah biasa berpetualang, saya memutuskan melompat lalu berenang ke arah air terjun,” katanya kepada Altumnews.com, Rabu (22/7/2026) .
Mengaku Merasakan Kekuatan Tak Kasat Mata
Ketika berada di tengah kolam, BW mulai merasakan sensasi yang menurutnya sulit dijelaskan.
Ia menilai arus air tampak tenang. Namun, setiap kali berenang ke arah air terjun, tubuhnya justru seperti mendapat dorongan yang membuatnya terus mundur. Semakin keras ia berenang, semakin cepat tenaganya terkuras.
“Airnya kelihatannya biasa saja, tetapi rasanya seperti ada yang menolak saya untuk sampai ke dekat air terjun. Tenaga saya seperti habis begitu saja,” ujarnya.
Selain itu, BW juga merasakan sensasi seolah ada tarikan dari dasar kolam yang menarik tubuhnya ke bawah.
Meski sempat panik, Wawan berusaha mengendalikan diri. Ia menjaga kepala tetap berada di atas permukaan air agar bisa bernapas sambil perlahan berenang kembali menuju bebatuan.
Sesampainya di tepian, tubuhnya masih gemetar dan jantungnya berdebar kencang. Ia menduga rasa takut itu bercampur dengan kondisi fisiknya yang mulai lelah setelah berjalan cukup jauh serta suhu air pegunungan yang sangat dingin.
Meyakini Alam Memiliki Sisi yang Belum Terungkap
Pengalaman tersebut membuat BW semakin yakin bahwa alam menyimpan banyak hal yang belum mampu dipahami manusia. Namun, ia menyadari setiap orang bisa menafsirkan pengalaman itu dengan cara yang berbeda.
“Menurut saya, alam punya sesuatu yang tersembunyi. Mungkin ada dimensi lain yang tidak bisa kita lihat. Itu yang saya rasakan saat berada di sana,” tuturnya.
Meski sempat mengalami kejadian yang menurutnya mistis, Wawan kembali mencoba berenang menuju air terjun. Kali ini ia berhasil mencapai titik yang sebelumnya terasa sulit dijangkau. Namun, sensasi seperti terdorong mundur pada percobaan pertama masih ia ingat hingga sekarang.
Berpesan agar Menghormati Alam
Pengalaman itu juga mendorong BW mengajak para pencinta wisata alam agar selalu menghormati lingkungan saat berkunjung ke kawasan air terjun maupun pegunungan.
Ia mengimbau pengunjung untuk mensyukuri ciptaan Tuhan, menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak merusak tumbuhan maupun mencemari sungai.
“Kita datang ke alam untuk menikmati keindahannya, bukan untuk merusaknya. Apa pun yang ada di alam, kita harus menghormatinya dan tetap berhati-hati karena selalu ada risiko saat beraktivitas di tempat seperti ini,” katanya.
BW menegaskan bahwa ia hanya membagikan pengalaman pribadinya selama berada di Air Terjun Lubuk Lau. Pembaca dapat memandang kisah tersebut dari berbagai sudut, baik sebagai pengalaman spiritual sesuai keyakinan masing-masing maupun sebagai fenomena yang berkaitan dengan arus bawah air, suhu, kondisi fisik, atau faktor alam lainnya.***





