Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali dalam 75 Menit, Abu Capai 500 Meter

ALTUMNEWS.COM, LAMPUNG SELATAN– Gunung Anak Krakatau mengalami tiga kali erupsi pada Minggu (18/10/2026). Letusan terjadi pada pukul 11.44 WIB, 12.01 WIB, dan 12.59 WIB.

Salah satu letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak. Sementara itu, erupsi terakhir mengeluarkan abu setinggi sekitar 100 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terakhir pada pukul 12.59 WIB. Kolom abu tampak berwarna kelabu hingga hitam. Abu tebal bergerak ke arah timur laut.

Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 56 milimeter. Erupsi tersebut berlangsung sekitar 36 detik. Pengamat juga melaporkan tidak mendengar suara dentuman.

PVMBG masih menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti rekomendasi keselamatan.

Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Capai 500 Meter

Tiga kejadian erupsi berlangsung dalam rentang sekitar 75 menit. Letusan pertama terjadi pukul 11.44 WIB. Aktivitas berlanjut pada pukul 12.01 WIB dan kembali terjadi pukul 12.59 WIB.

Pada erupsi pukul 11.44 WIB, kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Data tinggi kolom abu pada pukul 12.01 WIB masih memerlukan konfirmasi dari laporan resmi.

Pada erupsi terakhir, kolom abu mencapai sekitar 100 meter di atas puncak. Perbedaan ketinggian tersebut tidak serta-merta menunjukkan penurunan tingkat bahaya.

Masyarakat perlu terus memantau aktivitas gunung api. Perkembangan erupsi dapat berubah sewaktu-waktu.

PVMBG Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan ini berlaku untuk seluruh kegiatan di kawasan tersebut.

PVMBG juga menetapkan zona terlarang dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.

Masyarakat perlu mewaspadai beberapa potensi bahaya berikut:

  • Lontaran batu pijar.
  • Hujan abu lebat.
  • Aliran lava.
  • Erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan.

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan berbahaya. Patuhi seluruh rekomendasi petugas demi keselamatan.

Warga Banten dan Lampung Diminta Tetap Tenang

PVMBG mengimbau warga pesisir Banten dan Lampung agar tetap tenang. Masyarakat juga perlu menyaring informasi mengenai dampak erupsi Anak Krakatau.

Jangan mudah mempercayai isu tsunami yang tidak memiliki sumber resmi. Warga tetap dapat beraktivitas seperti biasa sambil mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal resmi berikut:

Masyarakat perlu mengutamakan informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan selama status Siaga masih berlaku.***

Sumber: Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.