ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – Sr. Goretti, HK berpulang pada 13 Maret 2019 setelah mengalami sakit. Sehari kemudian, Vikjend Keuskupan Tanjungkarang RP Y. Samiran, SCJ memimpin Misa Requiem di Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang, Bandar Lampung.
Usai misa, keluarga dan komunitas langsung mengantar jenazah ke Pemakaman Katolik Negeri Sakti, Pesawaran, Lampung.
Semasa hidup, Sr. Goretti dikenal sebagai religius rasuli HK. Ia dikenal sebagai pribadi yang pendoa, sederhana, perhatian, dan ramah.
Perjalanan Panggilan Sr. Goretti
Sr. Goretti lahir dengan nama kecil Ngatirah. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Tugiyo dan Genah Kartairana.
Ia lahir pada 13 Juni 1941 di Dusun Kagongan, Bumi Arum, Kalibawang, Kulon Progo.
Saat berusia 16 tahun, Ngatirah menerima Sakramen Baptis pada 20 Desember 1957. Kemudian, ia menerima Sakramen Penguatan pada 15 Oktober 1958.
Setelah itu, benih panggilan hidup religius tumbuh dalam dirinya. Ia memilih mengikuti Yesus melalui Kongregasi Suster Hati Kudus (HK).
Pada 5 Agustus 1959, ia memulai pendidikan sebagai postulan. Setahun kemudian, tepatnya 16 Juli 1960, ia menerima busana biara sebagai Suster Hati Kudus di Metro.
Selanjutnya, Sr. Goretti menjalani masa novisiat selama dua tahun. Ia kemudian mengikrarkan kaul pertama pada 21 Juli 1962.
Menjalani Perutusan di Berbagai Daerah
Perutusan pertama Sr. Goretti membawanya ke Komunitas Suster Hati Kudus Palembang. Selama empat tahun, ia menjalankan tugas sebagai yunior sambil menempuh pendidikan di SMA Xaverius.
Pada 1967-1968, Sr. Goretti pindah ke Metro. Di sana, ia menjalankan tugas sebagai guru.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan panggilannya. Ia kemudian mengikrarkan kaul kekal pada 12 Desember 1968 di Metro.
Setelah itu, Sr. Goretti melanjutkan studi di AKKI Yogyakarta pada 1968-1970. Pendidikan tersebut memperkuat bekal iman dan pengetahuannya.
Selanjutnya, ia menjalankan perutusan sebagai katekis. Ia mengajar di Seputih Banyak dan kemudian melayani Komunitas Integral di Ngestirahayu.
Dipercaya Membina Novis dan Memimpin Regio
Pada 1978, Sr. Goretti mendapat tugas penting dalam pembinaan calon dan anggota kongregasi. Ia menggantikan Sr. Maria Adriana dari Belanda sebagai Pemimpin Novis.
Kemudian, Kapitel Regio 1988 memasukkannya dalam Dewan Penasihat Kongregasi. Pada kesempatan yang sama, Sr. Goretti terpilih memimpin Regio Suster Hati Kudus Indonesia.
Setelah menyelesaikan tugas tersebut, ia kembali memimpin Komunitas Metro pada 1988-1994. Selain itu, ia juga menjadi staf pengajar Novisiat Immaculata Metro.
Ketika Kongregasi mencapai kemandirian pada 11 September 1993, Sr. Goretti mendapat kepercayaan lain. Ia bergabung dalam Dewan Penasihat Pemimpin Umum untuk periode 1993-1997.
Terus Melayani hingga Masa Tua
Pada 1994-1997, Sr. Goretti pindah ke Palembang. Di sana, ia memimpin komunitas sekaligus menjadi Ketua Yayasan Xaverius Perwakilan II Palembang.
Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan perutusan ke Komunitas Godean. Ia mendampingi para yunior dan menjalankan kerasulan keluarga.
Setahun kemudian, Sr. Goretti tetap berada di Yogyakarta. Namun, ia berpindah ke komunitas studi Kuwera. Di sana, ia menjalankan tugas sebagai Piko dan anggota Tim Pembina Kongregasi pada 1998-2001.
Selanjutnya, ia kembali ke Komunitas Ngestirahayu pada 2001-2003. Setelah itu, ia menjalankan perutusan di Kepanjen, Keuskupan Malang, pada 2003-2004.
Dari Kepanjen, Sr. Goretti kemudian melanjutkan pelayanan ke Sayung, Demak. Ia tinggal di komunitas tersebut selama 2004-2013.
Di Sayung, ia menjalankan kerasulan doa. Ia juga mengajak umat sekitar komunitas untuk rutin berdoa bersama setiap pekan.
Kembali ke Sumatera
Memasuki usia 74 tahun, Sr. Goretti tetap bersemangat mendampingi anggota muda kongregasi di Komunitas Godean.
Dalam sebuah perjalanan dari Jakarta menuju Godean, kendaraan travel yang ia tumpangi mengalami kecelakaan. Pemeriksaan medis kemudian menemukan pengeroposan tulang panggul.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan berjalan. Karena itu, pada 18 Agustus 2017, Sr. Goretti kembali ke Sumatera.
Ia kemudian tinggal di Komunitas Biara Induk. Di sana, ia menjalani perawatan kesehatan hingga akhir hidupnya.
Pada 9 Maret 2019, Sr. Goretti menjalani perawatan di RS Immanuel Bandar Lampung setelah mengalami stroke akibat terjatuh dari tempat tidur.
Namun, kondisi kesehatannya terus menurun. Pada Rabu, 13 Maret 2019 pukul 10.10 WIB, Sr. Goretti mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RS Immanuel Bandar Lampung.
Ia meninggalkan jejak panjang pelayanan, doa, dan pendampingan bagi Kongregasi Suster-Suster Belaskasih dari Hati Yesus Yang Maha Kudus serta umat yang pernah ia layani.***





