ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG – Kegiatan jalan sehat Yayasan Insan Damai dan Gereja Santo Petrus Panjang menarik perhatian umat dari luar Bandar Lampung.
Salah satunya datang dari Yosep Parsino (45). Warga Stasi Unit Pastoral Sukoharjo, Pringsewu, itu sengaja datang ke Bandar Lampung untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Yosep menempuh perjalanan sekitar 75 kilometer bersama beberapa warga Stasi Unit Pastoral Sukoharjo. Mereka berangkat sehari sebelum acara dan menginap di rumah kakaknya di Panjang.
“Saya dan teman-teman berangkat dari Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, semalam pukul 20.00 WIB. Kami menginap di tempat kakak saya di Panjang,” kata Yosep kepada Altumnews.com di lokasi acara, Minggu siang, 25 Agustus 2019.
Jalan Sehat Jadi Ajang Persaudaraan
Bagi Yosep, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga. Ia mengikuti jalan sehat untuk mempererat persaudaraan dengan umat dari berbagai wilayah.
“Motivasi saya tak lain untuk menjalin persaudaraan dengan umat lain di Paroki Ratu Damai dan Panjang. Kami juga ingin menjalin persaudaraan dengan umat lainnya karena kegiatan ini terbuka untuk umum,” ujarnya.
Selain itu, Yosep mengapresiasi Yayasan Insan Damai yang konsisten menggelar kegiatan lintas agama. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dijaga dan dikembangkan.
“Kegiatan semacam ini perlu kita lestarikan. Kita jaga dan rawat terus momen seperti ini. Inilah momen untuk menjalin persaudaraan dan mengisi hari kemerdekaan,” katanya.
Karena itu, Yosep berharap jalan sehat tersebut mampu memperkuat persaudaraan. Ia ingin hubungan antarumat semakin erat, baik di lingkungan Katolik maupun lintas agama.
“Harapannya, kita bisa hidup lebih sehat. Bukan hanya sehat jasmani, tetapi juga rohani. Kita saling menjalin persaudaraan yang sehat,” tuturnya.
Peserta Apresiasi Jalan Sehat Insan Damai
Peserta lainnya, Agustinus Wintolo (46), juga memberikan apresiasi. Warga Stasi Katedral Kristus Raja Tanjungkarang itu menilai kegiatan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Yayasan Insan Damai dan Gereja Santo Petrus Panjang yang sudah menyelenggarakan acara ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Menurut Agustinus, panitia berhasil membuka kegiatan untuk masyarakat luas. Karena itu, ia berharap kegiatan jalan sehat tersebut dapat berlangsung secara rutin setiap tahun.
“Saya bangga dan salut karena jalan sehat ini bisa merangkul semua orang. Kegiatannya bukan hanya untuk kalangan sendiri,” ungkapnya.
Kegiatan jalan sehat Yayasan Insan Damai pun menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini memperkuat persaudaraan dan kebersamaan lintas agama.***





