ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Romo Philipus Suroyo atau Romo Roy menyebut tiga bekal penting bagi umat Kristiani yang ingin terjun ke dunia politik.
Menurutnya, kemampuan finansial memang penting. Namun, calon politisi juga membutuhkan tiga “amunisi” lain. Bekal tersebut mencakup kekuatan rohani, keluasan batin, dan semangat melayani.
Pesan itu Romo Roy sampaikan kepada umat Kristiani yang ingin masuk politik. Ia juga mengingatkan para politisi yang sudah menjalankan tugasnya.
1. Perkuat Kehidupan Rohani
Romo Roy menempatkan kekuatan rohani sebagai bekal pertama. Menurutnya, politisi membutuhkan spiritualitas yang kuat ketika memasuki dunia politik.
“Amunisi yang paling mendasar adalah hal-hal yang bersifat rohani. Semakin berkarya di luar, bapak-ibu harus memiliki spiritual yang kuat,” kata Romo Roy.
Ia menyampaikan pesan tersebut saat memberikan wejangan dalam acara “Silaturahmi Caleg Kristiani 2019”. Kegiatan itu berlangsung di Wisma Albertus, Bandar Lampung, Rabu, 20 Februari 2019.
Menurut Romo Roy, politisi harus menggunakan perspektif iman ketika mengambil keputusan. Dengan begitu, keputusan politik tidak membawa seseorang ke arah yang keliru.
“Supaya deal kita itu tidak membawa kita terjerembab pada alam kegelapan. Sebaliknya, keputusan itu harus membawa terang, berkat, dan amanah,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para calon legislatif mencerna setiap keputusan melalui kaca mata iman.
2. Buka Hati untuk Sesama
Selanjutnya, Romo Roy menyebut keluasan batin sebagai bekal kedua. Ia mengajak para politisi membuka hati seluas-luasnya ketika menjalankan tugas di ruang publik.
Menurutnya, sikap tersebut dapat membuat kehadiran seorang politisi membawa berkat bagi masyarakat.
“Karya Anda merupakan buah hasil dari kedekatan intim kita dengan Dia. Karena itu, ranah sosial politik dapat menjadi sarana menghadirkan cinta Tuhan kepada orang lain,” tegas Romo Roy.
Selain itu, ia mengingatkan politisi agar tidak menjadikan politik sekadar jalan mencari keuntungan.
Sebaliknya, politik harus menjadi ruang untuk menghadirkan moral dan kepedulian kepada sesama.
3. Jadikan Politik sebagai Jalan Pelayanan
Kemudian, Romo Roy menyampaikan bekal ketiga. Ia meminta para calon politisi memahami politik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Anda hadir dalam sosial politik adalah untuk melayani. Hakikat pemimpin adalah kekuasaan, dan kekuasaan identik dengan melayani,” tegas pastor lulusan Lemhannas tersebut.
Menurutnya, seorang pemimpin harus rela keluar dari zona nyaman. Ia juga perlu siap berkorban demi kepentingan masyarakat.
Romo Roy kemudian mengutip Injil Matius 20:28. Kutipan tersebut menjadi dasar pesannya kepada para caleg Kristiani.
“Sama seperti Anak Manusia yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.”
Karena itu, ia mengajak para calon legislatif membawa semangat pelayanan dalam perjuangan politik.
“Anda hadir untuk itu melalui ranah politik. Jadilah manusia yang siap dipecah, siap keluar dari zona nyaman, dan siap berkorban,” katanya.
Romo Roy juga mengingatkan bahwa pengorbanan dapat menghadirkan kebahagiaan ketika seseorang mampu membahagiakan orang lain.
Bekali 30 Caleg Kristiani Lampung
Sebagai informasi, Romo Roy menjadi salah satu pemateri dalam pembekalan 30 calon anggota legislatif Kristiani di Lampung.
Pengurus Forum Komunikasi Umat Kristiani (FKUK) Provinsi Lampung menggelar kegiatan tersebut.
Melalui pembekalan itu, para caleg mendapat dorongan untuk menjalankan politik dengan landasan iman, moral, dan semangat pelayanan.***





