Perlu Ditiru, 1.111 Penerima KPM di Provinsi Lampung Mengundurkan Diri

0
306
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni. Foto : Robert

ALTUMNEWS.com, BANDAR LAMPUNG — Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Lampung mengundurkan diri. Alasan mereka mengundurkan diri karena merasa telah mandiri dalam segi ekonomi.

“Untuk saat ini data tahun 2019 sebanyak 1.111 KPM. Mereka ini secara pribadi menyatakan mundur dari kepesertaan PKH dan tidak menerima lagi karena merasa sudah lebih mampu,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Provinsi Lampung II, Slamet Riyadi, Selasa, 02 Maret 2019 di Bandar Lampung.

Slamet menerangkan, graduasi mandiri itu adalah para penerima PKH yang dinilai sudah maningkat ekonominya sehingga sudah terlepas dari garis kemiskinan sehingga dirasakan mampu mencukupi kebutuhan dasar hidupnya seperti pendidikan dan kesehatan.

“Mereka semua dinyatakan menjadi graduasi sejahtera mandiri, yaitu KPM yang notabene secara kemandirian atau kesejahteraan di atas rata-rata,” jelasnya.

Slamet menyebut kemungkinan akan lebih banyak lagi KPM yang tergraduasi dalam tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung Sumarju Saeni menyambut positif mundurnya ratusan penerima PKH, walaupun jumlahnya masih relatif sedikit yakni baru sekitar 0,24%.

“Penerima bansos yang berani mengundurkan diri perlu dihargai, itu orang-orang hebat, ada sebagian orang yang sudah mampu secara ekonominya namun miskin mentalnya sehingga tetap bertahan harus tetap menerima bansos,” katanya.

Melalui Pendamping PKH, Sumarju berharap agar lebih meningkatkan pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) atau Familly Development Session (FDS).

“Pendamping PKH secara masif mengarahkan KPM agar memanfaatkan bantuan PKH untuk keperluan kesehatan ibu dan anak. Meningkatkan partisipasi sekolah bagi anak-anak agar dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Disamping itu juga mengarahkan para penerima manfaat PKH untuk mewujudkan kemandirian ekonomi agar tidak tergantung pada bantuan PKH,” pungkasnya.***

BACA JUGA:  Banjir di Seragi, Tagana Dirikan Dua Unit Tenda Keluarga

Editor : Robert

Facebook Comments