“Kemunculan” Penyu-Penyu, Pesona Baru di Pulau Sebesi Lampung

0
459
Penyu-penyu ini muncul pada malam hari saat petani memindahkan hasil kebunnya ke kapal. Mereka berebutan buah pisang yang jatuh dan ada juga yang sengaja dijatuhkan. Foto : Robert
Beberapa hari sebelum tsunami akibat longsoran Gunung Anak Krakatau menerpa Pulau Sebesi beberapa waktu lalu, ada fenomena aneh berupa kemunculan penyu-penyu di sekitaran pulau. Kura-kura laut ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan di Pulau Sebesi.

Puluhan penyu-penyu ini muncul di Dermaga Utama Pulau Sebesi dan menjadi hiburan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di pulau yang berada di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Solikin (49), salah satu warga Pulau Sebesi mengatakan penyu-penyu yang memiliki ukuran bemacam-macam tersebut muncul beberapa hari sebelum tsunami melanda.

“Entah dari mana asalnya penyu-penyu ini, dan menurut kami warga di Sebesi aneh. Seumur-umur saya tinggal di Pulau Sebesi baru kali ini menjumpai penampakan penyu-penyu ini,” kata pria yang akrab disapa Likin saat ditemui Altumnews.com, Minggu, 31 Maret 2019.

Puluhan kura-kura laut ini acap kali muncul terlebih saat para petani memindahkan hasil bumi terutama pisang pada kapal yang akan mendistribusikan ke luar. Sebagaimana diketahui, buah pisang menjadi komoditas Desa Tejang Pulau Sebesi. Ribuan tandan pisang setiap harinya diangkut dari Dermaga Sebesi ke Dermaga Canti Kalianda dan Banten.

Petani di Pulau Sebesi saat akan memindahkan pisang ke kapal yang akan didistribusikan ke luar pulau. Foto : Robert

Binatang bernama latin Eretmochelys imbricata ini, berebutan buah pisang yang mengambang di sekitar dermaga Pulau Sebesi. Bahkan, warga Pulau Sebesi dengan senjaga memberi makan penyu-penyu itu dengan buah pisang yang khusus dibawa dari rumah.

“Warga kadang khusus datang ke Dermaga Sebesi ini untuk melihat penyu-penyu berenang berebut buah pisang yang bermunculan di sekitar perahu-perahu yang sendang memuat hasil bumi Pulau Sebesi,” kata Likin bersemangat.

Kasi Pemerintahan Desa Tejang Pulau Sebesi, Junaidi (kanan) dan Solikin (kiri).

Ditemui terpisah, Kasi Pemerintahan Desa Tejang Pulau Sebesi, Junaidi mengatakan dengan adanya penyu-penyu tersebut dia berharap tingkat kunjungan wisatawan kembali normal. Karena semenjak tsunami menerjang, kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Sebesi menurun drastis.

BACA JUGA:  PGN Dukung Peningkatan Pemanfaatan Gas Bumi Nasional Melalui DMO dan Pengembangan Infrastruktur Gas

“Dengan fenomomena munculnya penyu-penyu di pulau kami ini, kami berharap kunjungan wisatawan yang datang kembali normal,” kata Junaidi.

Menurut Junaidi, rata-rata setiap minggunya mencapai 200-300 orang baik dari dalam maupun luar Lampung.

“Sampai sekarang masih sepi, belum ada wisatawan yang berkunjung, karena mungkin ada kecemasan terkait status Gunung Krakatau yang hingga sekarang juga kadang masih erupsi,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pulau Sebesi memiliki luas 2.620 hektar. Desa dengan penduduk 2000-an jiwa ini memiliki empat dusun yakni : Banungan, Inpres, Regahanlada dan Segenom.***

Editor : Robert

Facebook Comments