Romo Jati Ajak Pemuda Katolik Aktif Melayani Masyarakat

ALTUMNEWS.com, LAMPUNG SELATAN – Moderator Komisi Bidang Politik Keuskupan Tanjungkarang, RD Yohanes Kurniawan Jati, mengajak Pemuda Katolik lebih aktif dalam kehidupan sosial.

Romo Jati mendorong Pemuda Katolik berkarya melalui semangat pelayanan. Menurutnya, kader dapat meneladani pelayanan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

“Mengajar, berdoa, dan melayani. Itu yang Tuhan Yesus lakukan dahulu. Hendaknya PK juga melakukan tiga hal itu,” kata Romo Jati.

Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan motivasi dalam kegiatan Ziarah dan Rekoleksi Pemuda Katolik Komcab Pringsewu. Kegiatan itu berlangsung di Rumah Retret Ngison Nando, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu, 5 Mei 2019.

Tiga Dasar Spiritualitas Pemuda Katolik

Dalam kesempatan itu, Romo Jati menjelaskan tiga dasar spiritualitas Pemuda Katolik sebagai organisasi kemasyarakatan. Ketiganya mencakup Sabda Allah, doa, dan karya.

Menurutnya, kader perlu menghadirkan Kristus di tengah masyarakat. Karena itu, mereka harus menjadikan Sabda Allah dan doa sebagai dasar pelayanan sosial.

Yesus memberikan teladan melalui pengajaran, doa, dan pelayanan kepada sesama. Demikian pula, Pemuda Katolik perlu menerapkan ketiga nilai tersebut dalam kehidupan sosial.

“Kita sebagai seorang Katolik memiliki Yesus sebagai teladan untuk menjalani kehidupan. Termasuk bagi PK yang terjun di bidang politik,” tandas Romo Jati.

Pemuda Katolik Harus Aktif di Masyarakat

Selanjutnya, Romo Jati meminta Pemuda Katolik memperluas karya pelayanan. Ia ingin masyarakat dapat merasakan kehadiran organisasi tersebut.

“Yang membedakan PK dan OMK adalah PK bisa secara luas berbuat atau melayani masyarakat. Sedangkan OMK lingkupnya terbatas di internal Gereja,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia mendorong kader Pemuda Katolik lebih aktif melayani masyarakat luas.

“Artinya, kalian dituntut untuk lebih aktif lagi berbuat untuk masyarakat luas,” tandas Romo Jati.

Pemuda Katolik Tetap Independen dalam Politik

Selain membahas pelayanan, Romo Jati menyinggung situasi politik setelah Pemilu 2019. Ia menegaskan bahwa Pemuda Katolik sebagai organisasi tidak boleh berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Namun, anggota Pemuda Katolik tetap memiliki hak untuk terjun dalam politik praktis secara pribadi.

Menurut Romo Jati, organisasi juga perlu menyiapkan kader pemimpin. Karena itu, kaderisasi harus berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai proses tersebut tidak harus menghasilkan calon pemimpin dalam satu periode Pemilu.

“Kalau toh bukan generasi sekarang, pastilah dari gerakan PK saat ini akan melahirkan para pemimpin di masa depan,” imbuhnya.***