ALTUMNEWS.com, PESAWARAN – Belasan murid PAUD Miftahul Huda membutuhkan meja dan kursi. PAUD tersebut berada di Dusun Sinar Tiga, Desa Harapan Jaya, Kabupaten Pesawaran.
Saat ini, para murid mengikuti pelajaran sambil duduk di lantai. Mereka juga harus menulis tanpa meja dan alas.
“Belasan murid di PAUD ini membutuhkan meja dan kursi. Fasilitas tersebut penting agar kegiatan belajar mengajar berjalan maksimal,” kata Kepala Dusun Sinar Tiga, Kusyanto, Minggu (26/04).
Menurut Kusyanto, warga mendirikan PAUD Miftahul Huda pada 2012. Saat itu, masyarakat ingin menyediakan tempat belajar bagi anak-anak di dusun tersebut.
“Warga bergotong royong dan berswadaya seadanya. Kalau harus belajar ke dusun sebelah, lokasinya cukup jauh,” ungkapnya.

PAUD Menumpang di Belakang Masjid
Kondisi bangunan lama membuat PAUD Miftahul Huda harus pindah. Selama tiga tahun terakhir, para murid belajar di bangunan belakang Masjid Al-Fatimah.
“PAUD ini sudah menumpang selama tiga tahunan,” jelas Kusyanto.
Namun, tempat belajar tersebut belum memiliki meja dan kursi. Akibatnya, murid harus menulis sambil tengkurap di lantai.
Kondisi itu membuat proses belajar menjadi kurang nyaman. Murid juga kesulitan menulis dengan baik.
Murid Kesulitan Berkonsentrasi
Salah seorang murid, Galih Ramadhan, mengaku kesulitan berkonsentrasi saat belajar. Ia dan teman-temannya harus menulis di lantai tanpa alas.
“Saya bersama teman-teman sering sakit di bagian dada dan pinggang. Kami selalu menulis sambil tengkurap di lantai,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Sinar Tiga, Bahrudin, menyoroti kondisi bangunan PAUD lama. Menurutnya, bangunan tersebut sudah tidak layak untuk kegiatan belajar.
“Sekarang bangunan itu kami gunakan sebagai gudang. Kami menyimpan alat musik berupa gamelan di sana,” ungkap Bahrudin.

Warga Berharap Bantuan Fasilitas
Bahrudin berharap pihak terkait segera membantu menyediakan meja dan kursi. Dengan fasilitas yang memadai, murid dapat belajar dengan lebih nyaman.

“PAUD sekarang menumpang di lokasi masjid. Kami sudah mengajukan proposal ke dinas pendidikan. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi,” pungkasnya.***





