Hari Bersih Sampah Sedunia, Komunitas World Cleanup Day 2020 Gandeng Kwada Gerakan Pramuka Lampung

0
247
Waka VII Bidang Abdimasgana, Sumarju Saeni saat menerima audiensi Komunitas World Clean-Up Day Indonesia Sanggar Praduli lingkungan Kwarda Pramuka Lampung, Rabu (19/08/2020).

ALTUMNEWS.com, BANDARLAMPUNG — Lingkungan semakin kotor, tak jarang kita mendapati sampah bertaburan dimana-mana, apalagi sampah plastik. Prihatin dengan kondisi ini, World Clean-Up Day Indonesia akan gandeng Kwada Gerakan Pramuka Lampung dalam agenda bersih-bersih lingkungan pada World Clean up Day 2020, yang jatuh 19 September 2020 nanti.

“Gerakan ini serentak di 150 negara di dunia, untuk Indonesia 13 juta penduduk dari 34 provinsi. Sedangkan di Provinsi Lampung ditargetkan 1,2 juta orang terlibat aksi ini,” kata Ketua World Clean-Up Day Indonesia Arif Bagas Kesuma saat menyambangi Sanggar Praduli lingkungan Kwarda Pramuka Lampung, Rabu (19/08/2020).

Menurut Arif Bagas Kesuma, gerakan serentak bersih-bersih sampah akan dilaksanakan secara serentak di 15 kabupaten dan kota se-Lampung.

“Dalam aksi ini mohon dukungan Kwarda Pramuka Lampung untuk mengerahkan Pramuka khususnya Pramuka Praduli pada setiap titik aksi di kabuapten dan kota,” harap Arif Bagas Kesuma.

Waka VII Bidang Abdimasgana, Sumarju Saeni mengatakan pentingnya aksi bersih-bersih di tengah pandemi Covid-19.

“Hal ini perlu didukung oleh segenap lapisan masyarakat, termasuk Pramuka se-Provinsi Lampung,” tegasnya.

Selanjutnya Kak Sumarju menyampaikan permasalahan sampah masih merupakan permasalahan krusial khususnya di daerah perkotaan.

“Sampah disamping biangnya berbagai macam penyakit juga penyebab bencana banjir,” ucapnya.

Menurut Kak Sumarju, di Kota Bandar Lampung saja sampah rumah tangga sekitar 800 ton lebih per hari yang dibuang di tempat pembuangan akhir  Bakung. “Sadang lainnya dibuang di sungai, parit bahkan pantai. Sehingga sungai dan laut Lampung menjadi kotor, semakin menggunung. Disamping itu sungai dan pantainya kotor oleh sampah,” kata Kak Sumarju.

Kak Sumarju berharap di tengah pandemi Covid-19 gerakan ini tidak sekedar aksi seremonial belaka. “Namun betul-betul menjadi gaya hidup bersih bagi masyarakat Sai Bumi Rawa Jurai yang kita cintai sehingga  Lampung disamping terkenal keindahan alamnya juga kebersihannya,” tegasnya.***

BACA JUGA:  225 SPBU di Sumbagsel Sudah Terdigitalisasi

Editor : Robert

Facebook Comments