ALTUMNEWS.Com, BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung H. Arnal Djunaidi membagikan 150 paket sembako dan masker. Bantuan tersebut menyasar marbot masjid serta koster gereja, pura, dan vihara di Bandarlampung.
Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis di kompleks Islamic Center Rajabasa, Minggu (9/8/2021).
Selanjutnya, sejumlah majelis agama turut menyalurkan bantuan tersebut. Mereka tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung. Majelis tersebut meliputi MUI, PHDI, PGI, Keuskupan Tanjungkarang, dan WALUBI.
Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan bahwa bantuan ini menunjukkan kepedulian Pemerintah Daerah. Selain itu, pemerintah ingin membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban masyarakat. Saya tahu para marbot masjid dan koster rumah ibadah tetap harus melayani umat serta memelihara rumah ibadah. Karena itu, jangan lupa tetap menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan tugas,” katanya.
FKUB Lampung Apresiasi Kepedulian Pemerintah
Ketua FKUB Provinsi Lampung, Dr. Muhammad Bahruddin, M.Ag., turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut.
Menurut Bahruddin, kegiatan ini menunjukkan partisipasi aktif para pemuka agama. Selain itu, mereka membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Bahruddin juga mengapresiasi perhatian Gubernur kepada para marbot dan koster rumah ibadah. Sebab, kelompok tersebut turut merasakan dampak pandemi.
“Pandemi Covid-19 berdampak langsung kepada mereka. Hal ini terjadi karena aktivitas peribadatan dan pelayanan di beberapa rumah ibadah berkurang,” pungkas Bahruddin.
Bantuan untuk Mendukung Pelayanan Rumah Ibadah
Bantuan sembako dan masker ini menjadi bentuk perhatian kepada para petugas rumah ibadah. Selama pandemi, mereka tetap menjalankan tugas untuk mendukung aktivitas keagamaan dan menjaga kebersihan tempat ibadah.
Selain itu, para marbot dan koster memiliki peran penting dalam kehidupan komunitas keagamaan. Mereka membantu memastikan lingkungan rumah ibadah tetap terawat dan siap digunakan umat.
Di sisi lain, pandemi Covid-19 membawa perubahan terhadap aktivitas masyarakat. Kegiatan keagamaan di sejumlah tempat ibadah juga mengalami pembatasan. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pelayanan para petugas rumah ibadah.
Karena itu, dukungan pemerintah dan para pemuka agama menjadi penting. Kerja sama tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi dampak pandemi.
Melalui kegiatan ini, FKUB Provinsi Lampung juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas agama. Dengan demikian, kepedulian sosial dapat tumbuh tanpa membedakan latar belakang agama.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus berkembang. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan seperti ini juga memperkuat kerukunan antarumat beragama di Provinsi Lampung.***





