Umat Katolik Gotong Royong Membuat Gua Natal

ChatGPT bilang:

Tentu. Untuk konsistensi istilah, seluruh narasi sebaiknya menggunakan “Gua Natal”, bukan “Goa Natal”.

Judul

ALTUMNEWS.Com, MARGA AGUNG — Gerakan umat Katolik menyambut Natal di Lingkungan St. Tarsisius, Stasi Santo Andreas Marga Agung, Lampung Selatan, patut diapresiasi.

Umat bergotong royong membuat Gua Natal di rumah-rumah umat. Kegiatan ini berlangsung di Lingkungan Tarsisius, Keuskupan Tanjungkarang.

Leonardus Nugroho Setiadi menjadi salah satu penggagas gerakan tersebut. Ia mengatakan ide itu muncul sejak Natal 2019.

“Saya ingat waktu itu saat gotong royong membuat kandang Natal di Gereja Stasi Santo Andreas Marga Agung. Saya punya ide membuat gerakan ini di lingkungan kami, Tarsisius,” kata Nugroho saat berbincang dengan Altumnews.com di kediamannya, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin malam (13/12/2021).

Namun, pandemi Covid-19 membuat rencana tersebut tertunda. Karena itu, umat baru menjalankan gerakan tersebut pada Natal 2021.

“Ada kerinduan umat untuk menghadirkan nuansa Natal di rumah. Selain itu, ada pembatasan juga. Jadi, kami sepakat dengan teman-teman di Lingkungan St. Tarsisius untuk merealisasikannya,” jelas Nugroho.

Manfaatkan Bahan Bekas

Menurut Nugroho, umat menggunakan sebagian besar barang bekas untuk membuat Gua Natal.

“Bahan utama kertas, staples, dan cat sisa. Kami menggunakan karung semen, kertas bungkus buah, karung, terpal, daun-daunan kering, rumput-rumput kering, ijuk, bambu atau kayu bekas palet (kotak buah), bambu, dan lain-lain,” tambahnya.

Sementara itu, Nugroho menyesuaikan model Gua Natal dengan keinginan setiap keluarga.

“Gua itu saya anggap diri kita, filosofi kita. Sedangkan kandang dan perlengkapan Natal itu skenario Tuhan Yesus yang datang kepada kita dan membuat terang di hidup dan diri kita,” pungkas Nugroho.

Pererat Silaturahmi Umat

Ketua Lingkungan St. Tarsisius, Aluwisius Sulistianto, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan ini membantu umat yang ingin membuat Gua Natal di rumah.

Oyos, sapaan akrab Aluwisius Sulistianto, juga melihat manfaat lain. Menurutnya, kegiatan tersebut mempererat silaturahmi antarumat.

“Selain itu, baik sekali untuk menyambung tali silaturahmi antarumat di lingkungan ini. Selama pandemi, kami memang jarang bertemu karena pemerintah membatasi kegiatan berkerumun,” tambahnya.

Selain itu, Oyos mengapresiasi antusiasme umat dalam kegiatan gotong royong tersebut.

“Saat ini sudah sekitar enam Gua Natal di rumah umat lingkungan kami yang sudah dibuat. Masih ada beberapa tempat lagi yang akan kami datangi untuk membuat Gua Natal,” paparnya.

Umat mengerjakan Gua Natal pada sore hingga malam hari. Mereka memulai kegiatan tersebut sejak 28 November 2021.

Oyos berharap umat terus menjalankan kegiatan ini pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, mereka dapat menghadirkan kreasi Gua Natal yang berbeda setiap tahun.

Libatkan Umat Lintas Agama

Yohanes Titis Trinoto, salah satu tokoh umat Lingkungan St. Tarsisius, menyambut gembira kegiatan tersebut. Ia melihat kuatnya kebersamaan umat selama proses pembuatan Gua Natal.

“Waktu pembuatan itu selepas kami pulang dari tempat kerja masing-masing. Jadi antusiasme bisa dilihat dari kekompakan umat dan jumlah mereka yang hadir,” tambahnya.

Menariknya, umat hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu untuk membeli bahan.

“Kalau dirupiahkan tidak banyak, kisaran Rp50 ribu sampai Rp80 ribu habisnya. Karena kami juga saling bertukar bahan, jadi tidak melulu tuan rumah yang menyediakan semua,” tambahnya.

Lebih dari itu, umat Muslim juga ikut membantu kegiatan tersebut. Mereka bergotong royong bersama umat Katolik untuk membuat Gua Natal.

“Jadi ini membuat suasana jadi adem. Ini potret kerukunan antarumat beragama yang nyata ada di wilayah kami,” tambah Titis.***